Senin, 27 April 2026

Wabup Weng Perintahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Mabar Periksa Air Kali Wae Mese

sudah ambil sampel untuk diperiksa, karena menurut mereka (masyarakat) air tercemar

Penulis: Gecio Viana | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/GECIO VIANA
Tim Perumda Wae Mbeliling Mabar saat melakukan survei di Kampung Lobohusu Dusun Marombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar, Senin 17 Mei 2021. 

Namun demikian, air dari sumur bor sedalam 34 meter itu menghasilkan air payau, yang tidak layak konsumsi.

Sumur bor bantuan itu juga rusak pada Agustus 2020 lalu, karena mesin pemompa air yang rusak, akibatnya warga pun kembali mengonsumsi air kali.

Air kali Wae Mese, menurut Aco, diduga telah terkontaminasi pestisida karena sepanjang kali terdapat areal sawah petani.

Dampak mengonsumsi air kali itu, sejumlah warga termasuk dirinya terkena penyakit ginjal. Bahkan, mertua Aco yang meninggal 2 tahun lalu karena penyakit ginjal, diduga kuat karena mengonsumsi air kali.

Selain itu, terdapat juga sejumlah warga yang mengalami diare, setelah mengonsumsi air kali.

"Keluhan ada penyakit kena batu ginjal, karena dari medisnya air ini ada zat kapurnya, lalu diare. Sudah ada korban, termasuk mertua saya," tutur Aco.

Baca juga: Perumda Wae Mbeliling Janji Layani Air Bersih 6 Bulan Lagi, Darius :  DPRD Monitor

Aco menuturkan, penyakit ginjal yang dideritanya diketahui setelah berobat di salah satu klinik di Labuan Bajo.

Kepada Aco, dokter klinik mendiagnosa penyakit dideritanya karena mengonsumsi air yang memiliki kadar kapur sangat tinggi, sehingga ia disarankan untuk mengonsumsi air mineral.

Sepulangnya ke rumah, ia pun berkeyakinan bahwa sang mertua meninggal dunia karena penyakit ginjal dikarenakan mengonsumsi air kali, seperti yang dilakukannya.

Warga kampung sedikit terbantu karena terdapat penjual air galon yang berjualan air. Namun, hal itu tidak dirasakan warga lainnya karena faktor ekonomi.

Belum lagi, kata Aco, penjual air galon yang datang hanya beberapa kali dalam sebulan.

Pihaknya berharap, perhatian pemerintah agar membantu air bersih bagi masyarakat di Kampung Lobohusu.

"Kalau bisa secepatnya, ini prioritas," tegasnya.

Baca juga: Perumda Wae Mbeliling Mabar Penuhi Kebutuhan Air Baku Warga Kampung Lobohusu

Warga Kampung Lobohusu, Nurijah (40) mengaku sejak dulu mengonsumsi air kali.

Pihaknya sedikit terbantu dengan adanya penjualan air galon, namun jika penjualan air galon mandeg, ia pun kembali mengonsumsi air kali.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved