Dinas Peternakan Kabupaten TTS Laksanakan Pencangan Vaksinasi SE
Dinas Peternakan Kabupaten TTS melaksanakan pencanangan vaksinasi Septicemia epizootica (SE) tingkat Kabupaten TTS
Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | SOE - Pihak Dinas Peternakan Kabupaten TTS, Rabu (19/5/2021) melaksanakan pencanangan vaksinasi Septicemia epizootica (SE) tingkat Kabupaten TTS bertempat di Desa Fatumnasi, Kecamatan Fatumnasi.
Pencanangan vaksinasi SE langsung dilakukan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun didampingi Kadis Peternakan Kabupaten TTS, drh. Dianar Ati.
Dalam laporanya, Kadis Ati mengatakan, salah satu penyakit yang sering menyerang ternak sapi di kabupaten TTS adalah SE atau penyakit ngorok.
Oleh sebab itu, untuk melindungi sapi milik masyarakat dari serangan penyakit SE maka dilakukan pemberian vaksin SE.
Baca juga: Dalam Formasi CPNS Tahun 2021, Tak Ada Formasi Guru di TTS
Baca juga: Ibu Rumah Tangga di Semau Nyaris Tewas, Ternyata Ini Penyebabnya
Melalui APBD Kabupaten TTS tahun ini, Dinas Peternakan melakukan pengadaan vaksin SE sebanyak 68.000 dosis yang diperuntukkan untuk 68.000 ekor sapi.
Jumlah ini dikatakan Ati, masih jauh dari jumlah populasi sapi di kabupaten TTS yang sampai 210 ribu lebih ekor.
" Idealnya jumlah sampai yang harus divaksin menimal 80 persen dari jumlah populasi yang ada. Namun kita baru bisa melakukan vaksin SE untuk sekitar 38 persen," ungkap Ati.
Oleh sebab itu, dirinya meminta dukungan dari semua pihak agar kedepan, jumlah sapi yang menerima vaksin SE bisa meningkat.
Baca juga: Marsel Kaget Ledakan Rumah Terbakar
Baca juga: Menpan Setujui 274 Formasi CPNS di Sumba Timur
" Selain dari APBD Kabupaten, kita juga dapat bantuan 1.000 dosis vaksin SE dari Dinas Peternakan Propinsi NTT. Tapi jumlah ini tetap masih di bawah ideal. Kita berharap kedepan bisa terus ada peningkatan sehingga 80 persen sapi di kabupaten TTS bisa menerima vaksin SE guna mencegah kasus kematian sapi akibat serangan penyakit SE.," pintanya.
Selain melakukan pencanangan vaksinasi SE, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan IB pada beberapa ekor sapi milik masyarakat.
Bupati Tahun dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan vaksinasi vaksin SE dan IB pada sapi akan berdampak pada peningkatan kuantitas dan kulitas ternak sapi milik masyarakat.
Selain itu, saat ini Pemda TTS juga sedang melakukan pengembangan sapi jenis Wagyu. Sapi jenis ini dikatakan Bupati Tahun, perekornya bisa dijual dengan harga 200 juta lebih.
Hal ini tentunya akan meningkatkan kesejahteraan para peternak.
" Kita dikasih target Pak Gubernur untuk melakukan pengembangan sapi jenis Wagyu sebanyak 50 ekor. Saat ini kita sudah ada 32 ekor. Kita masih kurang sekitar 18 ekor lagi. Sapi jenis ini merupakan sapi dengan kualitas daging terbaik sehingga harga per ekornya bisa mencapai 200 juta lebih," terangnya.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Kegiatan pencanangan vaksinasi vaksin SE dan IB di Desa Fatumnasi juga dihadiri ketua Komisi II DPRD TTS, Imanuel Olin, Anggota Komisi II, Semy Sanam dan Anggota DPRD TTS dari Fraksi Golkar Uria Kore. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dinas-peternakan-kabupaten-tts-laksanakan-pencangan-vaksinasi-se.jpg)