Breaking News:

Badan Kehormatan DPRD TTS Agendakan Pemeriksaan Saksi dari Pihak Jean Neonufa

Badan Kehormatan DPRD TTS Agendakan Pemeriksaan Saksi dari Pihak Jean Neonufa Badan Kehormatan (BK) DPRD TTS masih melakukan pendalaman terkait lapora

Penulis: Dion Kota | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Ketua BK DPRD TTS, Sefrit Nau 

Badan Kehormatan DPRD TTS Agendakan Pemeriksaan Saksi dari Pihak Jean Neonufa

Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Badan Kehormatan (BK) DPRD TTS masih melakukan pendalaman terkait laporan dugaan pelanggaran kode etik dengan terlapor Anggota DPRD TTS dari Fraksi Nasdem, Jean Neonufa. Usai mengambil keterangan dari pelapor, saksi pelapor dan terlapor, Jumat mendatang BK mengagendakan untuk melakukan pengambilan keterangan dari saksi-saksi yang diajukan pihak terlapor.

" Jumat ini kita kita agendakan untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang diajukan pihak terlapor. Kurang lebih ada empat orang saksi yang diajukan pihak terlapor," ungkap Ketua BK DPRD TTS, Sefrit Nau kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (18/5/2021).

Ketika ditanyakan apakah keputusan BK akan menunggu keputusan inkrah dari Pengadilan terkait kasus pidana dugaan pelecehan seksual, dimana Jean Neonufa telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan, Sefrit menjawab, tidak. Putusan BK dikatakannya hanya melihat dari segi pelanggaran kode etik bukan dari segi pidana. Jika tahapan telah selesai dan dirasa telah cukup bukti dan BK telah mengantongi pendapat ahli maka BK akan mengambil putusan.

Baca juga: Pemain Timnas Lecehkan Perempuan,Ketum PSSI Serahkan Masalah ke Komisi Disiplin, Pemain Jangan Tiru

Baca juga: PSSI Agar Segera Mendapatkan Izin Liga 1 dari Kepolisian ? Simak Kata Supardi Nasir Kapten Persib

" Kita (BK) hanya melihat dari segi pelanggaran kode etik bukan pidana. Jadi kita tidak perlu menunggu adanya putusan inkrah pengadilan baru kita putuskan. Kita bisa putuskan mendahului putusan pengadilan yang penting semua tahapan telah kita lewati, bukti sudah cukup dan sudah ada pendapat ahli maka sudah bisa kita putuskan," terangnya.

Ditanya target BK menyelesaikan kasus dugaan pelanggaran kode etik tersebut, Sefrit enggan menjawab Secara rinci. Dirinya hanya menyebut secepatnya.

" Secepatnya kita buat keputusan terhadap kasus ini," pungkasnya. 

Baca juga: Kejari Flotim Tunggu Hasil Audit Inspektorat Terkait Dugaan Korupsi Proyek Penjarangan Jambu Mete

Diberitakan sebelumnya, Jean Neonufa, Anggota DPRD TTS, terlapor dalam kasus pelanggaran kode etik pelecehan seksual, Jumat ( 30/4/2021) diperiksa Badan Kehormatan (BK) DPRD TTS. Kepada BK, Jean membantah semua tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Jean juga mengajukan empat orang saksi kepada BK.

Lorens Jehau Anggota BK DPRD TTS mengatakan, BK telah mengambil keterangan dan klarifikasi dari Jean Neonufa. Dalam keterangannya, Jean membantah seluruh tuduhan tersebut.

" Pak Jean sudah diambil keterangannya dan dia membantah seluruh tuduhan pelaporan. Tapi yang perlu diingat keterangan terlapor itu hanya untuk dirinya sendiri. Untuk pembuktiannya kita melihat pada keterangan saksi dan bukti," ungkap Lorens.(din)

Ketua BK DPRD TTS, Sefrit Nau
Ketua BK DPRD TTS, Sefrit Nau (POS-KUPANG.COM/DION KOTA)

 
 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved