Breaking News:

Kejari Flotim Tunggu Hasil Audit Inspektorat Terkait Dugaan Korupsi Proyek Penjarangan Jambu Mete

Kejari Flotim Tunggu Hasil Audit Inspektorat Terkait Dugaan Korupsi Proyek Penjarangan Jambu Mete

POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Kasi Pidsus Kejari Flotim, Cornelis S. Oematan, SH 

Kejari Flotim Tunggu Hasil Audit Inspektorat Terkait Dugaan Korupsi Proyek Penjarangan Jambu Mete

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA- Program peremajaan dan penjarangan jambu mete yang telah dianggarkan pada tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019 di dinas pertanian Flores Timur diduga beraroma korupsi. Perkara ini dalam proses penyelidikan Kejaksaan Negeri Larantuka.

Kasus dugaan korupsi ini dilaporkan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat (AMPERA) Flotim ke Kejati NTT pada tanggal 29 Agustus 2019 silam. Meski demikian, proses penyelidikan kasus ini berjalan lamban. Pihak Kejari Flotim beralasan masih menunggu hasil audit inspektorat daerah. 

"Masih di tangan inspektorat. Kita sudah serahkan, mereka masih melakukan audit," ujar Kasi Pidsus Kejari Flotim, Cornelis S. Oematan kepada wartawan, Senin 17 Mei 2021.

Baca juga: PSSI Agar Segera Mendapatkan Izin Liga 1 dari Kepolisian ? Simak Kata Supardi Nasir Kapten Persib

Baca juga: Info Sport : Yudha Febrian Mantan Timnas U-19 Lecehkan Wanita, Begini Kata Bos Barito Putera

Menurut dia, meski sudah menyerahkan ke inspektorat daerah, pihaknya terus melakukan koordinasi perkembangan hasil audit.

"Kita bsudah serahkan dan kita ikuti. Bukan berarti kita lepas. Kalau ada temuan segera ditindaklanjuti. Jika tidak, kembalikan ke kita, biar kita tindaklanjuti," katanya.

Ia mengaku penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi termasuk pihak-pihak terkait program tersebut.

"Kita sudah periksa beberapa saksi, tinggal inspektorat. Kami tunggu hasil auditnya," tandasnya.

Untuk diketahui, dalam laporannya, Ampera mengatakan, dugaan korupsi tersebut berawal saat rapat gabungan komisi DPRD Flotim pada 28 November 2017, yang membahas anggaran program peningkatan produksi pertanian/perkebunan pada Dinas Pertanian Flotim dalam Rancangan APBD Flotim Tahun 2018 mengalami penyesuaian dari Rp. 1.734.310.850 menjadi Rp. 1.583.975.000.

Salah satu kegiatan dalam program tersebut yang dibahas yaitu kegiatan peremajaan, pemangkasan dan penjarangan jambu mete senilai Rp. 972.089.500 tidak mendapat persetujuan dalam rapat tersebut. 

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved