Breaking News:

Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Prioritaskan Bangun Kota Waikabubak

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat memprioritaskan pembangunan Kota Waikabubak

Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/PETRUS PITER
Foto bersama bupati dan wakil bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, S.H-Joh Lado Bora Kabba bersama ibu pada acara ramah tamah di rumah jabatan bupati Sumba Barat, Rabu (28/4/2021) 

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK---Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat, Yohanes Dade, S.H-John Lado Bora Kabba menyatakan program 100 hari kerja pada awal pemerintahan ini memprioritaskan pembangunan Kota Waikabubak yang bersih, rapih, indah dan nyaman bagi setiap mata memandangnya.

Selain itu Kota Waikabubak, Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat harus menjadi kota terang benderang pada malam hari agar tidak menjadi kota mati akibat gelap gulita sebagaimana terjadi selama ini.

Apapun alasannya dan apappun persoalannya, kota Waikabubak ini harus bersih, rapih, indah dan nyaman bagi setiap mata memandangnya serta terang benderang sehingga dapat keluar dari label menjadi salah satu kota terkecil terkotor di Indonesia.

Baca juga: Ratusan Warga Tanah Righu Sambut Kunjungan Perdana Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat

Baca juga: Tempat Pariwisata di TTS Masih Tutup

Kita harus sadari bersama Kota Waikabubak adalah Ibu Kota Kabupaten Sumba Barat yang adalah wajah Kabupaten Sumba Barat. Kota Waikabubak adalah pintu masuk bagi tamu atau wisatawan berkunjung ke wilayah ini. Coba bayangkan, kalau Kota Waikabubak sebagai ibu kota Kabupaten Sumba Barat saja seperti ini, bagaimana dengan kota kecamatan dan desa.

Karenanya, marilah kita bersama-sama membenah kota ini agar lebih baik ke depan dan menjadi kota kebanggaan seluruh rakyat Sumba Barat tercinta ini.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Sumba Barat, Yohanes Dade, S.H dalam sambutannya pada acara ramah tamah penyambutan bupati dan wakil bupati Sumba Barat periode 2021-2025 yang berlangsung di rumah jabatan bupati Sumba Barat, Rabu (28/4/2021).

Bagi bupati dan wakil bupati, prioritas pembangunan kota bukan berarti melupakan pembangunan kecamatan dan desa. Semua tetap berjalan seperti biasa. Hanya porsi pembangunan kota lebih dibandingkan pembangunan kecamatan dan desa.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Pengelolah Air Panas Manggeruda Soa Batasi Pengunjung

Baca juga: Kopassus Turun Tangan, 2 Pentolan KKB Papua Langsung Tewas dalam Kontak Tembak di Ilaga

Bupati dan wakil bupati juga meminta dukungan pimpinan DPRD dan seluruh rakyat Sumba Barat agar program pembangunan kota Waikabubak berjalan sesuai rencana.

Selanjutnya, program 100 hari kerja juga memprioritaskan penertiban aset pemerintah terutama kendaraan dinas baik sepeda motor maupun mobil yang kini berada ditangan pensiunan PNS atau berada ditangan orang yang tidak berhak menggunakannya. Kendaraan tersebut akan diberikan kepada para pejabat yang berhak demi memperlancar tugas penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah ini.

Sebab anggaran daerah ini, tidak mampu membeli mobil baru setiap tahunnya. Padahal kendaraan dinas yang saat ini dikuasai orang tidak berhak masih sangat layak untuk membantu operasional kegiatan pemerintahan dan pembangunan daerah ini. Karena itu, pemerintah segera menertibkannya.

Selanjutnya bupati dan wakil bupati juga memprioritaskan disiplin ASN baik disiplin masuk kantor, disiplin kerja maupun disiplin keluar kantor. Dengan demikian, pekerjaan kantor yang harus selesai hari ini tidak boleh ditunda-tunda. Semua harus tuntas hari ini pula. Sebab hari esok, akan memulai tugas baru. Jangan terbebani pekerjaan sebelumnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Berita Kabupaten Sumba Barat

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved