Berita Sumba Barat

Tekan Laju Inflasi, Bupati Yohanis Ikut Rakorwil GNIP Bali Nusra

Destry berharap adanya sinergi bersama dalam menjaga stabilitas harga akan menopang daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Gerardus Manyela
POS KUPANG.COM
POSE BERSAMA -Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade pose bersama usai menghadiri Rakor Pengendalian Inflasi Bali-Nusra. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK - Bupati Sumba Barat Yohanis Dade mengikuti rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) tim pengendali inflasi daerah (TPID) dan evaluasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) yang mengusung tema, "Dari Pekarangan Menuju Kestabilan Harga Pangan", di Nusa Dua Bali, Jumat 9 Desember 2022.

Dalam Rakorwil GNPIP Balinusra ini, dilakukan penandatanganan MoU antar daerah tersebut dihadiri langsung, Dewan Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, Inspektur Jendral Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir Balaw, Deputi 3 Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional, Andriko Noto Susanto, Gubernur Provinsi Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M. dan seluruh pejabat tim pengendalian inflasi daerah (TPID) Provinsi Bali serta seluruh stakeholder terkait lainnya.

Kegiatan tersebut merupakan langkah positif dan konkret dalam pengendalian inflasi pangan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari pusat hingga ke daerah dan peran serta masyarakat serta diharapkan peran aktif Pemda untuk Bersama Tekan Laju Inflasi.

Dalam rilis yang dikirim Humas Setda Sumba Barat kepada POS-KUPANG.COM, beberapa waktu lalu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti dalam keterangan persnya menyampaikan GNPIP hadir untuk mengoptimalkan inovasi dalam stabilisasi harga pangan (dari sisi suplai) dan mendorong produksi guna meningkatkan ketahanan pangan, yang lebih terintegrasi serta berdampak nasional.

Baca juga: Bupati Sumba Barat Serahkan Bantuan Alat Penangkapan Ikan Buat Nelayan Wanukaka

Destry berharap adanya sinergi bersama dalam menjaga stabilitas harga akan menopang daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional.

Dikatakannya, dampak penguatan sinergi tersebut secara nasional sudah terasa, dimana inflasi indeks harga konsumen (IHK) November 2022 tercatat sebesar 5,42 persen (yoy) menurun dari bulan sebelumnya sebesar 5,71 % (yoy).

Lanjutnya, inflasi volatile foods juga turun menjadi sebesar 5.7 % (yoy) dari puncaknya di bulan Juli yang sekitar 12 % , inflasi inti juga mulai stabil di level 3.30 % (yoy) dari bulan lalu yang sebesar 3,31 % (yoy).

Dengan berbagai kebijakan dan penguatan sinergi, katanya, kita optimis tekanan inflasi akan menurun dan kembali ke dalam sasaran 3,0±1 % pada 2023, dengan inflasi inti akan kembali lebih awal pada paruh pertama 2023.

Baca juga: Bupati Sumba Barat Hadiri Perayaan Natal Bersama Dan HUT GBI Rock  Ke-17

Destry menekankan, harus mendorong sinergi pengembangan digitalisasi data pertanian seperti yang telah dilakukan TPID NTT melalui aplikasi B`Pung Petani dalam membangun ketahanan pangan di daerah.

Dia berharap peran aktif dari semua pemerintah daerah agar bersama-sama turut mengendalikan inflasi.

Selain mendorong digitalisasi, GNPIP Bali Nusra turut menginisiasi penerapan smart farming sesuai dengan tema "Dari Pekarangan Menuju Kestabilan Harga Pangan", yang perlu digaungkan sebagai semangat bersama.

Rangkaian kegiatan GNPIP Bali Nusa Tenggara diawali dengan penguatan hilirisasi UMKM pangan, peresmian kerja sama antar daerah, baik intra Bali (Tabanan, Bangli, Badung, Buleleng) dan antar provinsi (Bangli - Mataram, Bangli - Kupang, Bangli - Sumba Barat, Bangli - Palembang), korporasi (PT Aerofood Indonesia, Ayu Nadi Swalayan, Coco Grup, dan Perumda Swatantra) serta program Dedikasi untuk negeri terkait ketahanan pangan.

Baca juga: Bupati Sumba Barat Resmikan Pemanfaatan Pompa Panen Surya di Waimaringu

Komitmen penguatan upaya sinergitas pengendalian inflasi GNPIP wilayah Bali dan Nusa Tenggara juga ditandai dengan deklarasi pengendalian inflasi pangan oleh Bank Indonesia, anggota Komisi XI DPR RI, Badan Pangan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, Pemerintah Provinsi Bali, NTB, dan NTT.

Kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi wilayah Bali dan Nusa Tenggara guna menyepakati strategi pengendalian inflasi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara 2023. (*)

Ikuti Berita Pos-Kupang.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved