Breaking News:

Opini Pos Kupang

Meneropong Pendidikan Tinggi di NTT

Kementerian Riset Teknologi dan pendidikan tinggi ( Ristekdikti) mengeluarkan data tentang akreditasi perguruan tinggi

Editor: Kanis Jehola
Meneropong Pendidikan Tinggi di NTT
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

Oleh : Robertus Elyakim Lahok Bau, Tenaga Kependidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Kupang

POS-KUPANG.COM - Publikasi terakhir tentang statistik pendidikan tinggi 2019 dari Kementerian Riset Teknologi dan pendidikan tinggi ( Ristekdikti) mengeluarkan data tentang akreditasi perguruan tinggi ( Akreditasi Institusi) di Indonesia.

Dalam skala nasional dari 4.621 perguruan tinggi di Indonesia, rata-rata belum memiliki akreditasi baik, di mana 48 persen belum terakreditasi, 32 persen terakreditasi C, 18 persen terakreditasi B dan 2 persen atau hanya 92 perguruan tinggi terakreditasi A.

Bagaimana dengan Pendidikan Tinggi di Nusa Tenggara Timur? Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV (LLDIKTI XV) Nusa Tenggara Timur dalam sambutannya pada wisuda STFK Ledalero 24 April 2021 yang diakses dari Channel Youtube memberi gambaran tentang kualitas perguruan tinggi di NTT.

Baca juga: Selamat Hari Raya Idul Fitri

Baca juga: Manfaat Makan Kurma Tiap Hari

Dari 70-an perguruan tinggi di NTT, 56 perguruan tinggi swasta dalam keadaan yang mengkhawatirkan. 35 Persen menjelang kematian dimana total jumlah mahasiswa terdaftar tidak sampai 100 orang, 35 persen dalam keadaan sakit, 20 persen perlu akselerasi dan hanya 5 persen yang sehat.

Lebih lanjut dari aspek tenaga pendidik, Prof. Mangadas Lumban Gaol, Ph. D menjelaskan bahwa dari 2532 tenaga dosen yang telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) hanya 1290 dosen yang memiliki jabatan fungsional atau layak menunaikan tugasnya sebagai dosen. Sementara itu dosen yang sudah masuk dalam kategori profesional hanya 608 dari 2532 orang.

Hal ini berarti hanya 50,24 persen dosen yang sudah layak untuk melakukan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan dosen profesional hanya 24 persen di NTT.

Jabatan fungsional atau disebut jabatan akademik dosen merupakan kedudukan yang menunjukan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang dosen.

Baca juga: Agus Taolin Masih Dijagokan Golkar Sebagai Bakal Calon Bupati 2024

Baca juga: Badan Kehormatan Akan Ketemu Ketua DPRD Kota Kupang Bahas Kelanjutan Sidang LKPJ

Kualitas Perguruan tinggi ditentukan oleh sumber daya manusia tenaga pendidik yakni dosen. Kualitas dosen secara administrasi ditentukan oleh jabatan funsional atau jabatan akademik yang ada. Maka jabatan akademik seorang dosen sangat penting dalam menunjang mutu perguruan tinggi.

Catatan akreditasi perguruan tinggi terlebih perguruan tinggi swasta di NTT pun mengkhawatirkan. Dari 450-an program studi perguruan tinggi di NTT, "hanya 2 program studi yang terakreditasi A atau unggul", demikian penyampaian Kepala LLDIKTI XV.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved