BOPLBF Bersama Pentahelix Kabupaten Ngada Bahas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
sebelumnya, BOFLBF juga melakukan rapat koordinasi dengan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dengan potensi
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
BOPLBF Bersama Pentahelix Kabupaten Ngada Bahas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
POS-KUPANG.COM | BAJAWA--Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bersama pentahelix seperti unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media kembali membahas terkait pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kegiatan yang dikemas dalam forum komunikasi, koordinasi, kolaborasi, pariwisata ekonomi kreatif berkelanjutan dan berdaya saing Flores, Alor, Lembata, Bima (Floratama) tersebut dilaksanakan di Hotel Virgo Bajawa, Selasa 11 Mei 2021).
Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh Pos Kupang, hadir dalam kegiatan itu diantaranya Sekda Ngada, Theodosius Yosefus Nono, Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina, Direktur Industri dan Kelembagaan Nesyia Amelia, serta para undangan lainnya.
Baca juga: Masyarakat Desa Golo Bilas Sambut Baik Pelatihan Hidroponik yang Digelar BOPLBF
Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina mengatakan, kegiatan forum Floratama merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh BOFLBF, karena sehari sebelumnya, BOFLBF juga melakukan rapat koordinasi dengan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dengan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Ngada.

"Tadi pagi ada forum Floratama yang melibatkan pentahelix seperti unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media, dan juga diakhiri dengan penandatanganan MoU dengan Pemda kabupaten Ngada," ungkapnya.
Shana mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk dapat memantapkan kerjasama antar semua pihak secara strategis dan taktis untuk bagaimana BPOLBF mensuport pengembangan pariwisata terintegrasi di Kabupaten Ngada.
Baca juga: BOPLBF Bawa Asosiasi Kopi APEKAM dan MPIG Lakukan Benchmarking Ke Kota Magelang
"Kita juga ingin membuat program kerja nyata yang terukur, sehingga kita bisa memastikan bagaimana Ngada dapat terintegrasi dalam paket pariwisata untuk Flores khususnya," ujarnya.

Shana menjelaskan, untuk memastikan integrasi pariwisata tersebut, BPOLBF sudah melakukan penandatanganan MoU dengan lima kabupaten di Flores. Kelima kabupaten tersebut Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, dan Ngada.
"Target kami sampai Juli sudah selesai semua di beberapa daerah termasuk dengan Pemprov NTT," ungkapnya.
Sementara itu, Sekda Ngada Theodosius Yosefus Nono dalam arahannya mengatakan forum Floratama yang diselenggarakan oleh BPOLBF tersebut sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Ngada dengan program Tani, Ternak, Nelayan, dan Pariwisata (Tante Nela Paris).

Hal itu karena pariwisata juga menjadi leading sektor yang akan dikembangkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Ngada. Untuk itu dirinya berharap forum tersebut bisa menghasilkan rencana tindak lanjut yang dapat diwujudkan dalam program dan kegiatan dalam konsep Tante Nela Paris.
"Jadi setelah dilakukan penandatanganan MoU, nanti ada PKS atau apa yang nantin
Baca juga: Dirut BOPLBF Sebut Menteri Sandiaga Ingatkan Untuk Kembangkan Ekraf
ya ada program atau kegiatan yang bisa di eksekusi sesuai dengan anggaran untuk mendongkrak kemajuan kemajuan pariwisata di Ngada dan Flores pada umumnya," pungkasnya.
Diakhir kegiatan, dilakukan penandatanganan MoU percepatan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Ngada antara pemerintah daerah Kabupaten Ngada dengan BOPLBF. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)
Keterangan Gambar: POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI/Sekda Ngada, Theodosius Yosefus Nono dan Direktur Utama BPOLBF Shana Fatina menandatangani MoU percepatan pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Ngada di Hotel Virgo Bajawa, Selasa (11/5/2021).