Breaking News:

Stipas Reinha Larantuka Flotim Dukung Perguruan Tinggi Swasta Dimerger

termasuk Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) dan Sekolah Tinggi Pastoral (Stipas) Reinha Larantuka. 

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Wakil Ketua I bidang akademik Stipas Reinha Larantuka, Alfonsius Mudi Aran (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA) 

Stipas Reinha Larantuka Flotim Dukung Perguruan Tinggi Swasta Dimerger

POS-KUPANG.COM|ARANTUKA-- Puluhan perguruan tinggi swasta (PTS) di NTT terancam dimerger Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Riset dan Teknologi (Ristek) yang mempunyai mahasiswa kurang dari 1.000 orang.

Menurut data BPS NTT, sekitar 47 perguruan tinggi swasta (PTS) di NTT yang memiliki mahasiswa di bawah 1.000 orang, termasuk Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL) dan Sekolah Tinggi Pastoral (Stipas) Reinha Larantuka. 

Wakil Ketua I bidang akademik Stipas Reinha Larantuka, Alfonsius Mudi Aran mengatakan pihaknya mendukung kebijakan kementerian pendidikan dan kebudayaan yang berencana memerger perguruan tinggi swasta yang mahasiswanya kurang dari 1000.

"Kami sudah diskusikan dengan pihak yayasan. Tidak ada soal kalau ada penggabungan. Saya setuju. Itu jauh lebih baik dan efektif dari pada masing masing. Apalagi kami bernaung di bawah yayasan milik susteran konggregasi pribumi, mengelola sebuah perguruan tinggi sangat sulit," ujarnya kepada wartawan, Jumat 7 Mei 2021.

Baca juga: Pemda Flotim Akan Bangun Jembatan Permanen di Lokasi Bencana Adonara Kabupaten Flores Timur

Menurut dia, sebelumnya, pihaknya sudah berencana untuk menggabungkan Stipas dan IKTL, namun kesulitan karena meski sama-sama bernaung di bawah satu yayasan, Hendricus Leven, tapi berbeda kementerian. 

Wakil Ketua I bidang akademik Stipas Reinha Larantuka, Alfonsius Mudi Aran
Wakil Ketua I bidang akademik Stipas Reinha Larantuka, Alfonsius Mudi Aran (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)

"Kalau IKTL di bawah kementerian pendidikan, sedangkan Stipas di bawah naungan kementerian agama. Tapi dari segi pengelolaan, kita sepakat untuk dimerger. Apalagi banyak contoh perguruan swasta lain yang berada di bawah naungan kementerian agama. Rencana dari awal memang penggabungan. Kalau sekarang kementerian berencana untuk merger, itu lebih baik lagi," katanya. 

Wakil Ketua I bidang akademik Stipas Reinha Larantuka, Alfonsius Mudi Aran (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)
Wakil Ketua I bidang akademik Stipas Reinha Larantuka, Alfonsius Mudi Aran (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA) (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)

Dari sejarahnya, Stipas Reinha Larantuka dahulu berstatus diploma di Malang. Namun, pada tahun 2010, Stipas berdiri sendiri dengan status sekolah tinggi. Saat itu, IKTL sudah beraktivitas. Namun, dengan adanya regulasi baru yang mengharuskan perguruan tinggi dikelola oleh sebuah yayasan yang fokus mengurus perguruan tinggi, maka IKTL dan Stipas saat itu bergabung dalam yayasan Hendrikus Leven.

"Waktu itu sudah berpikir untuk mau gabung, tapi bagaimana proses penggabungannya. Kesulitannya, kami satu yayasan tapi beda naungan kementerian. Apalagi kami hanya satu prodi, pendidikan agama katolik," bebernya. 

Ia menjelaskan, total mahasiswa di Stipas Reinha Larantuka hanya 113 orang. Meski demikian, pihaknya selalu mendapat dukungan bantuan beasiswa dari kementerian agama sebesar Rp. 2.500.000 pertahun untuk setiap mahasiswa.

Baca juga: JTP Waro Hepe Solor Barat Kabupaten Flores Timur Diresmikan

Selain dukungan dari kementerian agama, kata dia, Stipas juga mendapat dukungan dari pemda Flores Timur dalam bentuk beasiswa sebesar Rp 5 juta pertahun bagi satu mahasiswa yang berasal dari Flores Timur. 

Stipas Reinha Larantuka
Stipas Reinha Larantuka (POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA)

"Kita cuma satu program studi dan sekarang sudah angkatan ke 9 wisuda," jelasnya. 

Untuk menarik mnimo masyarakat, pihaknya sering melakukan promosi melalu media, sekolah hingga ke paroki. 

"Saya lihat animo masyarakat sangat kurang. Mungkin masyarakat kita masih gengsi karena kuliah di kampung. Padahal, Stipas Kupang, Malang dan Semarang, mahasiswanya terbanyak dari Flores Timur, Lembata dan Sikka," tutupnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda) 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved