Pemda Flotim Akan Bangun Jembatan Permanen di Lokasi Bencana Adonara Kabupaten Flores Timur
dua jembatan yang dibangun TNI yakni, jembatan Wauburak dan jembatan Saosina kecamatan Adonara Timur.
Pemda Flotim Akan Bangun Jembatan Permanen di Lokasi Bencana Adonara
POS-KUPANG.COM|ADONARA-- Pasukan Satgas penanggulangan bencana alam batalion Yonzikon 14/Sradha Wirya Samertitaya berhasil membangun dua jembatan putus akibat terjangan banjir bandang di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Minggu 4/ April 2021 lalu.
Danrem Wirasakti 161 Kupang, Brigjen TNI Legowo WR Jatmiko mengatakan dua jembatan yang dibangun TNI yakni, jembatan Wauburak dan jembatan Saosina kecamatan Adonara Timur.
"Jembatan Waiburak panjangnya 14 meter, kalau jembatan Saosina panjang 8,5 meter. Dua-duanya TNI selesaikan dalam waktu dekat," ujarnya saat melepas pasukan satgas penanggulangan bencana alam batalion Yonzikon 14/Sradha Wirya Samertitaya yang selama ini melakukan misi kemanusiaan di lokasi bencana Pulau Adonara, Sabtu 1 Mei 2021.
Menurut dia, jembatan itu bersifat darurat yang daya tahannya di bawah 10 ton.
Baca juga: JTP Waro Hepe Solor Barat Kabupaten Flores Timur Diresmikan
"Kendaraan yang muatannya lebih dari 10 ton tidak boleh melintas. Masyarakat harus patuh, karena yang rugi masyarakat sendiri," katanya.
Menanggapi itu, Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli mengatakan Pemda melalui Koramil Adonara Timur akan serius menjaga dan mengontrol setiap kendaraan yang melintas di jembatan itu.
Menurut dia, Pemda Flotim akan merenovasi jembatan darurat itu dengan jembatan permanan di tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
"TNI bantu darurat, Pemda siap poles menjadi permanen yang lebih kuat," tandasnya.
Baca juga: Pelaku Pencurian di Toko 51 Waiwerang Adonara Buang Berlian Seharga Jutaan Rupiah ke Laut
Untuk diketahui, sebanyak tiga wilayah di pulau Adonara terdampak parah bencana badai siklon tropis seroja pada Minggu 4 April 2021 lalu. Diantaranya, Desa Nelelamadike kecamatan Ile Boleng, Desa Waiburak kecamatan Adonara Timur dan Desa Oyangbarang kecamatan Wotan Ulu Mado.

Badai itu mengakibatkan 72 warga meninggal dunia, 28 luka-luka 2 hilang, 3.180 mengungsi dan 2.637 korban terdampak. Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)