Breaking News:

YPI dan Pemkab Malaka Sepakati Bangun Kebersamaan Dalam Program STBM, Simak Beritanya

YPI dan Pemkab Malaka Sepakati Bangun Kebersamaan Dalam Program STBM, Simak Beritanya

Ket foto : Edy Hayong.
Kegiatan diskusi bersama antara YPI dan mitra kerjanya YPTI bersama instansi terkait soal program STBM di Malaka.  

YPI dan Pemkab Malaka Sepakati Bangun Kebersamaan Dalam Program STBM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong

POS-KUPANG.COM I BETUN--Yayasan Plan Internasional (YPI) bersama mitra pelaksana lapangan Yayasan Pijar Timur Indonesia (YPTI) msmbangun kerjasama dalam upaya membangun program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Dalam kurun waktu 3 tahun program STBM dilaksanakan di Malaka, harus diakui sekitar 90 persen dari total 127 desa di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, belum memenuhi standar STBM.

Untuk itu, YPI bersama mitra kerja YPTI bisa sama-sama berkolaborasi minimal dapat menerapkan pola hidup sehat dengan pembuatan jamban sehat agar warga tidak lagi buang air besar (BAB) sembarangan.

Winner Provinsial Coordinator Plan Indonesia NTT,  Victor Pati Mangu menyampaikan hal ini di Betun, Ibu kota Kabupaten Malaka, Jumat (30/4) lalu.

Dikatakan Victor, kehadiran lembaganya bersama mitra YPTI di Malaka tentu tidak bisa menjangkau semua desa dalam upaya membangun STBM. Tugas utama dari program STBM ini adalah pemerintah dan YPI bersama YPTI sebagai fasilitator membantu saja.

"Kami sudah melaksanakan kegiatan STBM di beberapa desa sebagai pilot project. Diharapkan desa-desa yang sudah kami dampingi menjadi contoh pengembangan STBM dalam bentuk penyediaan jamban sehat agar budaya BAB dihilangkan," kata Viktor.

Dia mengakui bahwa pengembangan STBM ini disatu sisi menghilangkan pola BAB tetapi disisi lain kendala terbesar adalah ketersediaan air bersih. Untuk itu diharapkan Pemda Malaka melalui dinas teknis bisa memprioritaskan pengadaan air bersih dalam mendukung program STBM ini.

Dirinya salut dengan sambutan baik pemkab dalam upaya kerjasama saling koordinasi dan evaluasi penerapan program STBM. Pasalnya, derajat kesehatan yang paling rentan itu lebih banyak dialami kaum perempuan, anak dan kaum  disabilitas.

"Kita memang sudah lakukan  pelatihan lapangan. Oleh kementrian PUPR memang target derajat kesehatan itu bisa mencapai 100 persen. Kenapa belum tercapai tentu ini yang perlu kita duduk bersama saling bicara. Memang sudah ada sinyal dari beberapa pimpinan SKPD program ini akan dimasukan dalam Renja di APBD 2021," katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Perumahan Rakyat Malaka, Lorens Haba menyambut baik kolaborasi program STBM antara pemda dan YPI. Diharapkan kerjasama ini bisa direalisasikan pada tahun 2022 setelah ada pengajuan di Perubahan APBD 2021 nanti.

Dirinya menilai bahwa STBM ini penting karena menjadi serambi depan sebuah rumah tangga. Setiap orang paling pertama melihat kebersihan itu adalah keberadaan kamar mandi water closed yang sehat. Untuk itu, ini menjadi skala prioritas perhatian pemda kedepan.

Hal yang sama juga diaminkan Kepala Badan Perbatasan Daerah Malaka, Dr. Johanes Bernando Seran, S.H,M.Hum. Dirinya bahkan siap "pasang badan" dalam memperjuangkan alokasi anggaran pada Perubahan APBD agar diarahkan pada program STBM ini.(*)

Baca juga: Di Manggarai Timur, Bupati Agas dan Wabup Jaghur Disuntik Vaksin Covid-19 Tahap 1, Simak Beritanya

Baca juga: Wow, Ini Jadi Alasan Jose Mourinho Mau Jadi Pelatih AS Roma Setelah Didepak Hotspur ? Info Sport

Kegiatan diskusi bersama antara YPI dan mitra kerjanya YPTI bersama instansi terkait soal program STBM di Malaka. 
Kegiatan diskusi bersama antara YPI dan mitra kerjanya YPTI bersama instansi terkait soal program STBM di Malaka.  (Ket foto : Edy Hayong.)
Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved