Breaking News:

Salam Pos Kupang

Mosi Tidak Percaya Jangan Rugikan Warga

DINAMIKA politik yang tidak biasa tiba-tiba mencuat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kota Kupang

Mosi Tidak Percaya Jangan Rugikan Warga
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - DINAMIKA politik yang tidak biasa tiba-tiba mencuat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kota Kupang. Sebagian besar anggota DPRD Kota Kupang secara mengejutkan mengajukan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Laudoe. Masyarakat pun ikut terpana dengan aksi wakil rakyat tersebut.

Sebanyak 21 Anggota DPRD mengajukan mosi tidak percaya da;am sebua surat yang langsung di kirim ke DPD PDIP Provinsi NTT pada Jumat 30 April 2021 malam lalu.

Ketua Fraksi PKB Ewalde Taek pun mengatakan sikap ia bersama rekan-rekannya bukan untuk membela sesama rekan yang sedang dalam proses hukum. Namun ada subtansi lain yang perlu mendapat perhatian.

Bentuk mosi tidak percaya ini dilakukan juga dalam bentuk menolak menghadiri sidang yang dimpimpin oleh Ketua DPRD yang berasal dari PDIP itu.

Baca juga: Ternyata Kiper Dewa United FC Shahar Ginanjar tak Minder Berkiprah di Liga 2, Simak Info Sport

Baca juga: Superball : Awal Mei Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita Berusaha Peroleh Izin Kompetisi Liga 1 2021

Masyarakat tentunya tidak memahami masalah detail dalam konflik interen dewan kota ini. Namun, masalah ini tentunya akan menjadi sandungan dalam proses politik dalam pemerintahan Kota Kupang dan pada akhirnya masyarakat Kota Kupang lah yang terkena imbasnya.

Usulan Pemerintah Kota Kupang tentu tidak bisa dibahas di DPRD Kota Kupang bila dewan tidak menggelar sidang atau pembahasan Perda yang terhambat dimana ujung-ujungnya akan berdampak pada masyakat.

DPRD Kota Kupang sebagai wakil rakyat mestinya sejalan dalam semua dinamika politik terkait dengan keputusan untuk kepemtingan masyarakat. Kita tidak ingin ada kepentingan pribadi dalam dinamika di gedung DPRD Kota Kupang.

Sebab, kepentingan pribadi hanya akan menghamnat kinerja dewan secara keseluruhan.

Baca juga: Polisi Minta Operator Liga PT LIB Rangkul Suporter Cegah Pelanggaran Prokes di Liga Indonesia, Info

Baca juga: Promo KFC Selasa 4 Mei 2021, Promo KFC Crazy Deal 5 Potong Ayam Cuma Rp 59 ribuan

Ketua DPRD bersama perangkat dewan dan anggota juga merupakan satu kesatuan mitra pemerintah. Sehingga sangat tidak elok bila ada konflik dalam dewan.

Meskipun setiap anggota dewan datang dari partai politik mestinya saat dilantik menjadi anggota dewan maka sudah menjadi bagian dari struktur dewan itu sendiri. Sehingga ego pribadi dan eko partai harus pula dilepas meskipun embel-embel pratai yang disebut fraksi tetap melekat pada setiap anggota dewan.

Kunci dari masalah ini adalah setiap anggota kurang terbuka dalam dalam setiap hal. Transparansi menjudi kunci agar setiap anggota dewan saling percaya. Melepas kepentingan pribadi juga menjadi kunci adanya rasa saling percaya sehingga tidak ada saling curiga di antara para dewan.

Masyarakat berharap agar polemik di dewan Kota Kupang ini segera berakhir. Komunikasi yang buntu hendaknya dicairkan dengan duduk bersama, bicara dari hati- hati.

Dewan jangan bersikukuh hingga mempertontonkan sikap arogansi tanpa memikirkan nasib dan kepentingan masyarakat. Pimpinan dan anggota dewan hendaknya berjiwa besar untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.

Bukannya terus menciptakan konflik yang tentunya akan berdampak pada kinerja wakil rakyat tidak maksimal. Tanggalkan keegoan dan intrik politik, pikirkan kepentingan masyarakat dan daerah, apalagi Kota Kupang masih zona merah Covid- 19 dan terdampak bencana alam akibat Siklon Tropis Seroja. *

Kumpulan Salam Pos Kupang

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved