Breaking News:

Di Ende, Jual Minyak Tanah di Kantor Lurah Antara Solusi dan Masalah Baru

Pemda Ende telah menerapkan kebijakan penjualan minyak tanah melalui Pemerintah Kelurahan. Minyak tanah dijual di Kantor Lurah

POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Rapat dengar pendapat di ruang sidang DPRD Ende terkait kelangkaan minyak tanah, Senin (3/5/2021). 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Menyikapi problem kelangkaan minyak tanah di Kota Ende, Kabupaten Ende, Pemda Ende telah menerapkan kebijakan penjualan minyak tanah melalui Pemerintah Kelurahan. Minyak tanah dijual di Kantor Lurah.

Kebijakan tersebut sudah mulai diterapkan sejak 28 April 2021. Warga yang datang membeli minyak tanah diwajibkan membawa serta Kartu Keluarga sebagai bukti diri warga Kelurahan dan pihak kelurahan diwajibkan menjual minyak tanah hanya kepada warga Kelurahan.

Menjual minyak tanah di Kantor Lurah, dinilai oleh Pemerintah sebagai solusi, namun di sisi lain, penjualan di Kantor Lurah, malah memicu antrian panjang dan kerumunan, belum lagi, warga seolah tidak peduli atau takut dengan potensi penularan virus Corona.

Terkait bahaya penularan Covid-19 dalam kerumunan warga saat membeli minyak tanah di Kantor Lurah ini, diwanti - wanti oleh Ketua Komisi II DPRD Ende, Yulius Cesar Nonga, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang sidang DPRD Ende, Senin (3/5/2021).

Baca juga: Irene : Angka Kasus Malaria di TTS Kecil

Baca juga: Peringati Hardiknas dan HUT Kota Kupang, Ini Komentar Kadis P dan K Kota Kupang

Lebih lanjut dalam RDP tersebut, Komisi II menggali dan menguraikan berbagai informasi dari pihak agen dan usaha pangakalan, terkait mengapa terjadi kelangkaan minyak tanah.

Yulius menyebut, kelangkaan minyak tanah di Kota Ende, hanya terjadi di dua kecamatan, yakni di Kecamatan Ende Tengah dan Ende Timur. Ada apa dengan dua kecamatan ini? Sementara dua kecamatan lain dalam Kota Ende, tidak ada kelangkaan.

Dalam kesempatan itu, Gasim Gae, salah satu pemilik usaha pangkalan minyak tanah di Ende Timur, mengeluhkan, pihak agen selama ini tidak punya jadwal baku distribusi minyak tanah dari agen ke pangkalan.

"Kalau bisa kita bisa tau berapa kali dalam sebulan agen pasok minyak tanah ke pangkalan. Kadang - kadang kita tidak tau mereka (agen) datang, dan ketika mereka datang kita tidak ada uang, jadi lewat ke pangkalan lain," ujarnya.

Baca juga: Alfamart Hari Ini 3 Mei 2021 Terbaru Promo THR Spesial Beli1 Dapat2 Kacang DuaKelinci Sunlight Murah

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Selasa 4 Mei 2021, Cek Peruntungan Semua Zodiak, Ada yang Beruntung

Sementara itu, Ery, pengusaha pangkalan minyak di Kecamatan Ende Tengah, mengatakan, dirinya mendapat minyak tanah dari agen sekali sebulan, padahal pangkalan lain, di wilayah RTnya, ada yang rutin sekali sebulan.

Sementara itu, pihak agen CV Triguna yang beroperasi di Ende Timur, menerangkan, meraka akan berupaya mengawasi proses distribusi. CV Triguna menduga ada oknum sopir tanki yang nakal. "Jika kami temukan, maka kami akan ambil tindakan," kata Direktur CV. Triguna.

Hal senada disampaikan CV. Anggrek, yang beroperasi di wilayah Kecamatan Ende Tengah, terkait ada indikasi distribusi ke agen kurang maksimal.

Efraim Diakon, Kadis Dinas Perdagangan dan Perindustrian Ende, mengatakan kelangkaan minyak tanah di Ende terjadi sejak memasuki Pekan Suci, 2021. Menurutnya, pihaknya sempat turun dan melakukan pengecekan.

Terkait ketersediaan minyak tanah di Pertamina, tidak ada masalah. "Stok aman," kata Efraim. Jadi, lanjutnya, persoalannya bukan di Pertamina. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)

Berita Kabupaten Ende

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved