Agen Datangi Lurah Onekore Kota Ende, Pertanyakan Kenapa Jual Minyak Tanah di Kantor Lurah
Dia katakan, agen mempertanyakan kenapa minyak tanah dijual bukan melalui agen tetapi melalui Pemerintah Kelurahan.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
"Kami senang akhirnya bisa dapat minyak tanah harganya juga lebih murah," ungkapnya.
Namun Maria mengatakan 10 liter minyak tanah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan di keluarganya selama sebulan.
Menurutnya biasanya meraka menghabiskan 20 liter minyak tanah per bulan. Dia katakan lebih menghemat penggunaan minyak tanah.
Hal senada disampaikan Veronika Enga, warga RT 03 /RW 01. Ia mengaku puas dengan kebijakan Pemda Ende. Namun dia mengaku mengantre cukup lama di Kantor Lurah, karena banyak warga yang ingin membeli minyak tanah.

Baca juga: Warga di Kabupaten Ende Susah Dapat Minyak Tanah, Diduga Ada Penimbunan
Lantas bagaimana dengan anak - anak kos atau warga dari luar Kelurahan. Lurah Onekore , Kwirinus Viktor Bae, kepada POS-KUPANG.COM, di ruang kerjanya menerangkan warga lain atau anak - anak kos, akan tetap dicover.
Namun lanjutnya, pihaknya memprioritaskan warga Kelurahan. "Nanti tetap kita akomodir, tetapi tetap kita utamakan dulu warga Kelurahan," kata Kwirinus.
Dia katakan, kebijakan Pemda Ende mengenai penjualan minyak tanah ini berlaku mulai hari ini dan akan berakhir pada Jumat, 30 April 2021. Menurutnya, estimasi penjualan hari ini berkisar 160 hingga 180 KK.

Baca juga: Erik Rede Apresiasi Petani Sorgum Asal Kabupaten Ende Jaga Ketahanan Pangan
Dia mengaku sejak pagi tadi warga sudah berdatangan ke kantor lurah Onekore. Sistem pembelian minyak tanah, yakni, warga menyerahkan KK, selanjutnya menerima kupon untuk antre mendapat minyak tanah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Got)i