Minggu, 26 April 2026

Tidak Hadir Saat UAS, Kepala Sekolah SMPN 3 Maumere Cari Empat Siswanya Tapi Ini Yang Terjadi

Pasalnya, saat pelaksanaan UAS tanggal 12-17 April 2021 lalu ada empat siswanya tidak mengikuti UAS.

Penulis: Aris Ninu | Editor: Rosalina Woso
dok Pius Dakal
Pius Dakal, S.Pd, Kasek SMP 3 Maumere 

Tidak Hadir Saat UAS, Kepala Sekolah SMPN 3 Maumere Cari Empat Siswanya Tapi Ini Yang Terjadi

POS-KUPANG.COM | MAUMERE--Keinginan dan harapan Kepala Sekolah SMPN 3 Maumere, Pius Dakal agar semua siswa kelas tiga bisa mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) agar bisa menamatkan pendidikan SMP di masa pandemi pupus sudah.

Peresmian Kampung Tangguh di Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka oleh Bupati
Peresmian Kampung Tangguh di Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka oleh Bupati (FOTO DINAS KOMINFO SIKKA/PK)

Padahal keempat siswa ini sudah tercatat sebagai peserta UAS tahun ajaran 2020/2021.

Ketidakhadiran empat siswa itu membuat Pius mengutus guru mencari ke rumah dan membuat surat panggilan serta pemberitahuan.

Tetapi upaya itu tidak membuat Pius tersenyum malah empat siswa itu tidak muncul ke sekolah dan menghilang tanpa kabar.

Baca juga: Lima Kasus dan Solusis Atasi DBD di Kabupaten Sikka

Bahkan ketika ujian susulan tanggal 19-24 April empat siswa ini pun tidak datang dan hanya diikuti oleh tiga siswa saja karena ketika UAS mereka sakit.

“Kami sudah cari ke rumah dan berikan surat tapi keempat siswa ini tidak datang. Mereka tidak muncul saat ujian. Maka itu jumlah peserta UAS kami harusnya 145 berkurang 4 orang sehingga 141 yang ikut UAS. Empat siswa tidak ikut sehingga ke depan saat pengumuman dinyatakan tidak lulus,” kata Pius saat ditemui POS-KUPANG.COM di Maumere, Senin 26 April 2021 pagi.

Agustino Lameng, SH Kepala Sekolah SMKS St. Thomas Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam suatu acara
Agustino Lameng, SH Kepala Sekolah SMKS St. Thomas Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam suatu acara (dok Agustino Lameng)

Pius yang dikonfirmasi soal pelaksanaan UAS mengaku ujian telah dilaksanakan selama enam hari dan menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Covid-19 di Kabupaten Sikka Meningkat, Bupati Sikka Keluarkan Edaran Penegakan Protokol Kesehatan

“Ada siswa yang sakit kami minta ikut ujian susulan. Siswa yang ikut hanya 141 dari yang terdaftar 145. Kami sudah siapkan langkah ke depan kalau mereka datang kami minta sekolah ulang seperti biasa lalu ikut ujian tahun depan atau ikut ujian persamaan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Sikka,” ujar Pius.

Baca juga: Setiap Hari Warga Wiro Wetir Kabupaten Sikka Jalan Kaki 2 Km Cari Air Bersih

Ia mengatakan, ketidakhadiran empat siswa saat pelaksanaan UAS sudah dilaporkan ke dinas karena pihak sekolah sudah melakukan upaya pencarian tapi tidak berhasil.

“Empat siswa yang tidak ikut ujian tentunya tidak lulus SMP. Itu yang membuat kami sedih. Untuk kelulusan tahun ini ditentukan sekolah dan ada beberapa criteria siswa dinyatakan lulus SMP antara lain nilai rapor kelas satu, dua dan tiga.Selain itu, nilai UAS dan aspek perilaku,” papar Pius.

Agustino Lameng, SH Kepala Sekolah SMKS St. Thomas Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam suatu acara (dok Agustino Lameng)
Agustino Lameng, SH Kepala Sekolah SMKS St. Thomas Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam suatu acara (dok Agustino Lameng) (dok Agustino Lameng)

Ia menjelaskan, pengumuman kelulusan SMP akan disampaikan pada Juni 2021 dan semua siswa saat pengumunan dilarang melakukan aksi coret.

Baca juga: Di Pulau Sukun-Kabupaten Sikka Belum Ada Jaringan,Mau Telepon Cari Sinyal di Bukit, Simak Beritanya

“Saya minta siswa kelas tiga saat dengar kelulusan pakai pakaian adat dan jangan coret pakaian seragam. Pakaian seragam kasih kepada adik kelas atau orang yang butuh seragam,” tutur Pius.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved