Penanganan Covid

Covid-19 di Kabupaten Sikka Meningkat, Bupati Sikka Keluarkan Edaran Penegakan Protokol Kesehatan

Covid-19 di Kabupaten Sikka Meningkat, Bupati Sikka Keluarkan Edaran Penegakan Protokol Kesehatan

Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
Covid-19 di Kabupaten Sikka Meningkat, Bupati Sikka Keluarkan Edaran Penegakan Protokol Kesehatan
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Bupati Sikka, Robby Idong

Covid-19 di Kabupaten Sikka Meningkat, Bupati Sikka Keluarkan Edaran Penegakan Protokol Kesehatan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM / MAUMERE-Kasus Covid-19 di Kabupaten Sikka mengalami peningkatan. Di mana saat ini warga yang hasil pemeriksaan positif antigen harus menjalani karantina terpusat di dua lokasi yakni SCC dan Roxy Maumere.

Menyikapi peningkatan kasus itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si mengeluarkan surat edaran tertanggal 24 April 2021 yang dikirim kepada POS-KUPANG.COM di Maumere, Minggu (25/4/2021) pagi.

Surat Bupati Sikka ini berpedoman pada pertama, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 06 Tahun 2021 tanggal 19 Maret 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Desease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Desease 2019.Kedua, Peraturan Bupati Sikka Nomor 28 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Sikka.

Ketiga, Keputusan Bupati Sikka Nomor 376/HK/2020 tentang Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) Di Kabupaten Sikka. Keempat, Keputusan Bupati Sikka Nomor 450/HK/2020 tentang Tim Pelaksana Penegakan Sanksi Pelanggaran Penerapan Protokol Kesehatan.

Kelima, hasil Rapat Evaluasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka pada hari Senin, tanggal 19 April  2021.Keenam, Kebijakan Penegakkan Protokol Kesehatan Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Bupati Sikka mengaku, berdasarkan data perkembangan penyebaran Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Sikka  sampai dengan tanggal 21 April 2021 tercatat 747 kasus positif Corona Virus Desease 2019 (COVID-19), 105 orang sedang dirawat secara intensif di ruang isolasi dan ruang karantina   dan 19 orang meninggal dunia kasus terkonfirmasi dan probable.

Berkenaan dengan hal tersebut serta mencegah peningkatan kasus positif COVID-19 perlu tetap dilakukan penegakkan protokol kesehatan sebagai berikut, pertama, aktivitas masyarakat dibatasi sebagai berikut kegiatan sosial budaya dan keagamaan seperti pernikahan, sambut baru, sunatan, sidi, dan misa penguburan boleh dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Sedangkan untuk pesta pernikahan, pesta sambut baru, pesta syukuran sunatan, pesta sidi, peringatan arwah, pesta ulang tahun, pesta seni, event olahraga, event budaya, arisan dan/atau kegiatan sejenisnya  dalam masa Penegakan Protokol Kesehatan tidak boleh dilaksanakan.

Kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) (restoran/warung/café/toko/kios) dapat melayani konsumen /atau    pembeli   dengan maksimal  pelanggan  50%  dari  kapasitas  tempat  yang tersedia dan  dapat menerapkan sistem  membeli makanan untuk dibawah pulang (take away) atau dapat dilaksanakan secara pesan-antar (online).Pembatasan ini dikecualikan bagi apotik, SPBU, rumah sakit, klinik dan puskesmas tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kedua, setiap orang dalam melaksanakan aktivitasnya wajib mempedomani protokol kesehatan 5 M berupa,menggunakan masker,menjaga jarak,mencuci tangan,menghindari kerumunan; dan mengurangi mobilitas.

Ketiga, setiap pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggungjawab tempat usaha dan fasilitas umum wajib mempedomani protokol kesehatan berupa menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun dan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) yang mudah diakses serta memenuhi standar,melakukan identifikasi (penampisan) dan pemantauan kesehatan bagi setiap orang yang akan beraktivitas dengan cara melakukan pengukuran suhu tubuh menggunakan thermogun.

Mengatur jarak antara pengunjung minimal sejauh 1,5 m (satu koma lima meter) dengan melakukan penegakan disiplin protokol pencegahan COVID-19 pada pengunjung atau masyarakat yang beresiko dalam penularan COVID-19 dan tidak melaksanakan protokol Pencegahan COVID-19 dan memasang himbauan untuk penegakan protokol kesehatan 5M pada tempat usaha/kegiatan/fasilitas umum.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved