Breaking News:

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belu Rancang Strategi Pengurangan Sampah 

pertumbuhan penduduk sehingga hal ini menjadi perhatian serius bagi Dinas Lingkungan Hidup untuk membereskan sampah. 

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
PLT KADIS---Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yasintus P. Ulu Leki. 

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belu Rancang Strategi Pengurangan Sampah 

POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Salah satu permasalahan kruisial di perkotaan adalah sampah. Untuk menyelesaikan masalah sampah bukan hal mudah dan dibutuhkan keterlibatan semua pihak karena setiap orang menghasilkan sampah

Perhitungan teknis, satu orang menghasilkan sampah 0,4 kilogram setiap hari. 

Saat ini produksi sampah di Kota Atambua dan sekitarnya sudah semakin tinggi seiring dengan pertumbuhan penduduk sehingga hal ini menjadi perhatian serius bagi Dinas Lingkungan Hidup untuk membereskan sampah

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yasintus P. Ulu Leki ketika ditemui Pos Kupang.Com, Jumat 23 April 2021 mengatakan, dinas akan merancang strategi pengolaan sampah di Kabupaten Belu khususnya cara pengurangan sampah. 

TANDA TANGAN---Penandatangan kerja sama Online Pajak Restoran dan Hotel Menggunakan Mobile POS
antara Kepala Bapenda, Marsianus Loe dan pimpinan Cabang Bank NTT disaksikan Pjs Bupati Belu, Selasa 13 Oktober 2020
TANDA TANGAN---Penandatangan kerja sama Online Pajak Restoran dan Hotel Menggunakan Mobile POS antara Kepala Bapenda, Marsianus Loe dan pimpinan Cabang Bank NTT disaksikan Pjs Bupati Belu, Selasa 13 Oktober 2020 (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)

Baca juga: 11 Pasien Covid-19 di Kabupaten Belu Belum Sembuh

Menurut Yasintus, berdasarkan udang-undang dan sampai ke peraturan daerah telah mengatur tetang pengelolaan sampah yakni penanganan sampah dan pengurangan sampah. Untuk penanganan sampah yakni, 
pemilahan, pengumpulan, pengangkutan dan pemrosesan sudah dilakukan dengan baik selama ini. 

Namun, hal yang perlu digencarkan ke depan adalah pengurangan sampah. Pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya yakni masyarakat yang menghasilkan sampah. Caranya sosialisasi terus menerus agar masyarakat sendiri bisa mengurangi sampah.

Karyawan PT Pos Atambua saat membagi takjil kepada pelintas jalan di Kota Atambua, Rabu 14 April 2021.
Karyawan PT Pos Atambua saat membagi takjil kepada pelintas jalan di Kota Atambua, Rabu 14 April 2021. (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)

"Contohnya, warga ke pasar harus membawa keranjang supaya mengurangi penggunaan sampah plastik yang sekali pakai", kata Yasintus. 

Kemudian, mengajak masyarakat agar bisa mengelola sampah secara komposting. Komposting sendiri merupakan proses mengolah sampah organik menjadi pupuk tanaman.

"Contohnya, sayuran-sayuran yang busuk bisa diolah jadi pupuk kompos untuk pupuk tanaman hias. 
Terutama ibu-ibu yang hobi memelihara tanaman hias bisa melakukan hal ini", pinta Yasintus.

Baca juga: Di Kabupaten Belu masih 11 Pasien Terkofirmasi Covid-19 Belum Sembuh, Simak Data Terbaru

Selain untuk kebutuhan sendiri, pupuk kompos juga bernilai ekonomis yang bisa menambah pendapatan rumah tangga. Hal ini yang belum terbiasa dilakukan oleh masyarakat sehingga sampah selalu dibuang. 

Selain pengurangan sampah, dinas juga berupaya mengatasi masalah pembuangan sampah disembarang tempat yang masih sering terjadi saat ini. Untuk masalah ini, dinas sudah memiliki kiatnya yakni pola penempatan petugas berbasis RW, penambahan kontainer di tingkat RW dan pengangkutan sampah dibagi tiga shif. 

Besar kemungkinan pembuangan sampah di sembarang tempat karena ketersedian tempat penampungan sampah terbatas. Di sisi lain juga karena kesadaran masyarakat masih rendah. Oleh karena itu, dinas terus lakukan pendekatan melalui kepala wilayah yaitu lurah atau kepala desa supaya menghimbau masyarakatnya agar tidak membuang sampah di sembarang tempat dan tidak membakar sampah.

Baca juga: Di Kabupaten Belu - NTT Ada 26 Rumah Warga Korban Bencana yang Dipastikan Bangun Baru

Yasintus mengakui saat ini ketersedian kontainer sampah dalam wilayah kota masih kurang sehingga hal ini menjadi perhatian ke depannya.

Ditanya mengenai kekuatan armada n personil, Yasintus mengatakan, saat ini ada 10 unit mobil sampah beroperasi dan jumlah petugas 131 orang, baik tenaga kontrak maupun ASN. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved