Breaking News:

Dua Terdakwa Kasus Korupsi Dana Penyertaan Modal PD Mutis Jaya Divonis 4 Tahun

Dua terdakwa kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal PD Mutis Jaya, Lambertus.SA Beti, SH dan Dimitris A.Z Pitay, SE divonis 4 tahun penjara

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Kasi Intel Kejari TTS Haryanto 

POS-KUPANG.COM | SOE - Dua terdakwa kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal PD Mutis Jaya, Lambertus.SA Beti, SH dan Dimitris A.Z Pitay, SE divonis 4 tahun penjara dan dan denda 200juta rupiah subsider 4 bulan kurungan penjara.

Selain itu, untuk terdakwa Dimitris dibebankan uang pengganti sebesar Rp. 287.000.000 dan untuk terdakwa Lambertus sebesar Rp. 320.334.685. Jika dalam waktu 1 bulan semenjak putusan berkekuatan hukum tetap tidak dibayarkan, maka harta benda senilai tersebut dapat disita oleh Jaksa.

Apa bila tidak ada harta benda yang mencukupi kerugian tersebut, maka diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Baca juga: Pengabdian 20 Tahun di TNI-AD, CADUS 3101-I Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan 

Baca juga: Aksi Kemanusiaan DPD NTT Hanura Untuk Korban Bencana Siklon Seroja di Adonara 

" Untuk kasus pidana tindak korupsi dana penyertaan modal PD Mutis Jaya hari ini sudah divonis. Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Kupang dipimpin Ketua Majelis hakim, Fransiska Paula Nino, SH, MH. Sidang dihadiri oleh JPU Made Santiawan, sedangkan kedua terdakwa berada di dalam rutan," ungkap Kasi Intel Kejari TTS, Haryanto kepada Pos-Kupang, Jumat (23/4/2021). 

Terhadap putusan tersebut lanjut Haryanto, kedua terdakwa menyatakan pikir-pikir. Terhadap putusan tersebut, JPU pun menyatakan pikir-pikir.

" Baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisioner Bawaslu Kabupaten TTS, Demetris Pitay enggan diwawancarai awak media usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana penyertaan modal di PD Mutis Jaya tahun 2011 dan 2012 silam senilai 1,2 Miliar.

Baca juga: Pelantikan Tiga Kepala Daerah Terpilih Digelar Di Kupang Sesuai Jadwal

Baca juga: Emi Nomleni Ke Korban Banjir : Saya Yang Harus Cium Mama Punya Tangan

Saat itu, Demetris menjabat sebagai direktur operasional. Selain Demetris, dalam kasus yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp. 607.000.000 tersebut, jaksa juga menetapkan mantan direktur administrasi dan keuangan, Lambertus Bety sebagai tersangka.(Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Berita Kabupaten TTS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved