Breaking News:

Salam Pos Kupang

Bekerja Lebih Keras

PASCA Badai Siklon Seroja yang menghantam dan memporakporandakan NTT pada 4 April 2021 meninggalkan banyak pekerjaan rumah

Editor: Kanis Jehola
Bekerja Lebih Keras
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PASCA Badai Siklon Seroja yang menghantam dan memporakporandakan NTT pada 4 April 2021 meninggalkan banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah maupun masyarakat dan sthakeholder lainnya. Melalui kerja sama, koordinasi dan partisipasi yang baik oleh pemerintah dan masyarakat semua berangsur-angsur normal.

Setelah jaringan PLN normal dan daerah NTT kembali terang, persoalan lainnya yang harus segera diatasi adalah jaringan internet. Belum pulihnya jaringan internet membawa dampak yang luar biasa di segala bidang, terutama bagi tim Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) yang saat ini sedang berada di NTT untuk pemulihan bencana.

Selain itu, di bidang pendidikan, bertepatan dengan peserta didik yang sedang melaksanakan ujian akhir sekolah (UAS) menggunakan sistim daring akibat pandemi Covid-19 juga terganggu.

Para guru dan peserta didik terpaksa mengikuti ujian di luar sekolah menempuh jarak beberapa kilo meter untuk mendapatkan jaringan internet. Hal ini tentu sangat menggangu, dan membuat peserta didik tidak nyaman mengikuti UAS.

Baca juga: Pesepeda Senior Udin Muda Tewas Mengenaskan di Lampu Merah Frans Seda Kota Kupang

Baca juga: Jalan Provinsi di Talibura Rusak Berat

Di satu sisi, kita ingin kualitas pendidikan di NTT meningkat, namun di sisi lain dengan berbagai keterbatasan membuat masyarakat NTT harus menerima keterbatasan dan berpasrah 'Nanti Tuhan Tolong (NTT)'.

Jaringan internet selama ini yang dipakai masyarakat sangat tergantung kepada dua perusahaan milik negara, yakni Telkom dan Telkomsel. Namun, apa hendak dikata pemulihan jaringan Telkomsel di NTT diakui cukup berat karena robohnya enam BTS dan membutuhkan waktu untuk perbaikan (recovery). Saat ini ada 330 BTS yang saat ini masih harus dilakukan perbaikan.

Saat ini pemulihan jaringan di NTT hampir mencapai 100 persen, tepatnya di angka 92,5 persen, walau data yang masuk Satgas Tanggap Darurat Bencana Siklon Tropis Seroja NTT, penyelesaian perbaikan jaringan telekomunikasi di wilayah NTT baru mencapai 68 persen.

Baca juga: Pelajaran dari Badai Seroja

Baca juga: Realitas Gender dan Partisipasi Politik Perempuan

Tentu masyarakat NTT memaklumi semua alasan tersebut. Kondisi geografis NTT yang terdiri dari kepulauan mengakibatkan pemulihan jaringan menjadi lambat. Dan, hal tersebut menjadi aspek paling teknis, yang berkaitan dengan persediaan alat dan dana tentunya.

Namun, satu hal yang pasti adalah kedua perusahaan BUMN tersebut harus bekerja lebih keras dan mengerahkan semua potensi yang dimiliki baik sumber daya manusia (SDM) maupun sarana dan prasarana agar pemulihan jaringan segara selesai.

Kita berharap kerja sama dan koordinasi semua pihak, baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota dan BUMN, khususnya Telkom dan Telkomsel berjalan baik sehingga bisa mengatasi pemulihan jaringan di daerah tercinta ini. Selain itu, kedua lembaga plat merah ini harus terbuka kepada publik terkait perbaikkan yang dilakukan.

Sebab jika dibandingkan PT PLN, maka Telkomsel dan Telkom boleh dibilang cukup tertutup dalam recovery pasca bencana ini. (*)

Kumpulan Salam Pos Kupang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved