Breaking News:

Salam Pos Kupang

Pelajaran dari Badai Seroja

TANGGAL 5 April 2021 mulai pukul 00.00 Wita merupakan hari bersejarah yang tidak akan dilupakan oleh seluruh masyarakat NTT

Pelajaran dari Badai Seroja
DOK POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - TANGGAL 5 April 2021 mulai pukul 00.00 Wita merupakan hari bersejarah yang tidak akan dilupakan oleh seluruh masyarakat NTT. Sebab pada saat itu badai Siklon Tropis Seroja 'mengobok-obok' wilayah NTT sehingga seluruh fasilitas dan infrastruktur porak poranda.

Pohon-pohon mulai dari yang kecil sampai ukuran besar bertumbangan dimana-mana, menutup badan jalan. Hampir semua atap rumah penduduk, kantor serta bangunan lainnya beterbangan diangkat derasnya angin.

Pemukiman penduduk tertutup tanah longsor. Fasilitas umum seperti telepon, listrik, jalan raya dan berbagai fasilitas lainnya semuanya porak poranda. Demikian juga tanaman pertanian tak luput dari ganasnya badai ini.

Salah satu fasilitas umum yang terkena dampak badai ini ialah jaringan listrik PT PLN. Tercatat 4.002 gardu listrik mengalami kerusakan. Belum terhitung jumlah jaringan kabel listrik yang putus. Salah satu penyebabnya karena banyaknya pohon yang berada di dekat jaringan listrik tumbang.

Baca juga: Realitas Gender dan Partisipasi Politik Perempuan

Baca juga: Peringati Hari Kartini, Ansy Lema-KPP Gelar Pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan di Tiga Kabupaten

Akibat kerusakan gardu dan kabel jaringan listrik, masyarakat terkena dampaknya. Kondisi Kota Kupang dan empat kabupaten di Pulau Timor praktis gelap gulita selama beberapa pekan. Empat kabupaten di Pulau Timor yang juga terkena dampak putusanya jaringan listrik adalah Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu.

Kerusakan jaringan listrik tersebut tak hanya berdampak gelapnya suasana di malam hari. Tapi roda perekonomian masyarakat juga terganggu. Sebab berbagai jenis usaha atau kegiatan yang membutuhkan energi listrik praktis berhenti beroperasi.

Kita patut bersyukur, berkat kerja keras manajemen PT PLN, pemulihan aliran listrik di Provinsi NTT kini sudah berangsur normal. Jaringan listrik di empat kabupaten di Pulau Timor sudah bisa menyala kembali.

Baca juga: Warga Ende Meninggal di Hotel Elvin Waingapu Sumba Timur

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Kirab Remaja Kota Kupang Pagi ini, Tewaskan Pesepeda Senior

Upaya pemulihan aliran listrik oleh manajemen PT PLN ini selesai lebih awal dari prakiraan sebelumnya yang membutuhkan waktu satu bulan.

Dalam konferensi pers di Kantor PLN UIW NTT, Senin (19/4/2021), Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero) Syamsul Huda mengatakan, dari 4.002 gardu listrik yang mengalami kerusakan akibat badai Seroja, hingga Senin (19/4) sebanyak 3.686 unit atau sekitar 93 persennya sudah berhasil dipulihkan. Ditargetkan, seluruh jaringan pulih pada 21 April 2021. Ini Luar biasa dan patut diberi apresiasi.

Hikmah atau pelajaran penting yang bisa kita ambil dari kerusakan jaringan listrik akibat seroja ini ialah agar kita bersama-sama menjaga keamanan jaringan listrik di pekarangan rumah kita masing-masing.

Kalau ada pohon di pekarangan kita yang dekat dengan jaringan listrik, tebanglah pohon itu tanpa menunggu 'dirayu' petugas PT PLN.

Tapi kita bersyukur setelah badai seroja ini banyak yang sadar tebang sendiri pohon di pekarangan rumahnya yang dekat jaringan listrik tanpa 'dirayu' petugas PLN. (*)

Kumpulan Salam Pos Kupang

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved