Breaking News:

Kilas Balik T.19 Roboh, Tim PLN Lakukan Sinergi Percepatan Pembangunan

Salah satu persoalan kelistrikan yang terjadi di wilayah Pulau Timor pasca badai adalah rusaknya menara 19 (T.19) di Desa Tunfeu

Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Foto T.19 di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang yang roboh akibat badai siklon tropis seroja. Foto diambil pada Rabu (7/4/2021) sore. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Salah satu persoalan kelistrikan yang terjadi di wilayah Pulau Timor pasca badai adalah rusaknya menara 19 (T.19) di Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.

Menara itu berfungsi untuk menyalurkan listrik dari GI Maulafa untuk kabupaten di daratan Timor. Kerusakan terjadi akibat longsor. Rusaknya T.19 juga membuat T.20 ikut-ikutan tertarik, miring, dan tidak bisa digunakan lagi.

Manager Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Kupang, Jeffry Immanuel bercerita, pada hari Senin (5/4) itu ada gangguan tranmisi yang dideteksi oleh tim. Maka, prosedur pemulihan pun dilakukan. Mereka melihat, ada gejala yang menunjukkan bahwa gangguan itu bukanlah gangguan sementara, tapi permanen. Maka, sekiranya pukul tujuh pagi, timnya langsung turun mencari dari tower pertama untuk memastikan dimana letak titik gangguan itu.

Baca juga: Kisah Nelayan Motadikin dari Kehilangan Sampan Sampai Ikat Anak di Pohon Kelapa

Baca juga: Samsudin: Minus Salbait, TTS Sudah Sudah Teraliri Listrik

Dia mengakui medan yang harus dilalui hari itu cukup berat. Banyak pepohonan tumbang, jalanan curam dan rusak, bahkan tidak ada akses bagi kendaraan bermotor saat itu. Mereka pun harus berjalan sejauh tiga kilo meter untuk bisa sampai ke lokasi menara. Timnya berupaya untuk membuka akses jalan yang penuh dengan pepohonan yang tumbang itu. Setelah menemukan lokasi menara yang roboh itu, mereka mulai melakukan koordinasi lebih lanjut.

Proses pengerjaan menara darurat tidaklah mudah. Material semen, pasir, dan lainnya pun diangkut menggunakan alat semacam gondola. Supervisor lapangan, Dody, pada Rabu (7/4) tampak mengangkut material menara yang dibungkus dalam karung putih. Lokasi itu cukup menantang. Pekerjaan dilakukan secara manual. Para pekerja diwajibkan menggunakan alat pelindung diri dan keselamatan kerja. Jeffry bersyukur pembangunan menara darurat bisa terselesaikan karena dukungan dari relawan, TNI, dan masyarakat.

Baca juga: Pemkot Kupang Usulkan Pembangunan Rumah Relokasi Tipe 36

Baca juga: Berhasil Dalam Tugas, 8 Anggota Polisi di Sikka Diberi Penghargaan

Kini, setelah menara dioperasikan sejak kemarin malam, sistem transmisi bisa disalurkan dengan baik. Pemeliharaan pun dilakukan, yakni pengecekan secara berkala. Menara darurat dengan tinggi 63 meter itu adalah menara tertinggi untuk kawasan Indonesia Timur.

"Kami lakukan pengecekan berkala. Jadi menghindari hal-hal yang berdampak buruk. Lebih baik lakukan mitigasi," katanya usai Press Conference Energize Tower Emergency T.19 Maulafa-Naibonat di Kantor PLN UIW NTT, Senin (19/4) siang.

Sebelumnya, dalam rilis PLN NTT, Letnan Dua Infanteri Arif Setyo Budi dari Batalyon Infanteri 743/PSY Brigif 21/Komodo Kodam IX/Udayana menyatakan sinergitas antara PLN, TNI, san masyarakat merupakan komitmen TNI dalam mengamankan obyek vital negara.

"Kami bersama masyarakat mendirikan penggantian menara darurat sehingga dapat normal kembali dan progress yang sudah direncanakan oleh PLN juga berjalan dengan lancar bahkan lebih cepat. Ini bukti komitmen kami dari TNI juga mengamankan obyek vital," ucap Arif.

Salah seorang warga Desa Tunfeu, Alexander Lopo (26) mengungkapkan alasannya turut membantu pendirian tiang darurat.

"Dari awal kami disini melihat hujan deras dan memang longsor yang mengakibatkan miringnya tower dan roboh. Jadi kami secepatnya membantu PLN agar listrik dapat menyala kembali. Kami membantu membuka jalan karena longsor, jalan masuk ke tower susah setengah mati. Kami berniat membantu PLN karena kami lihat PLN sudah bekerja keras untuk masyarakat dan tidak pernah putus asa untuk mendirikan tower kembali," ungkap Alex. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Berita Kabupaten Kupang

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved