Breaking News:

Perjuangan Alit Indonesia Kembalikan Keceriaan Anak-anak di Posko Pengungsian Bencana Adonara

terdapat puluhan anak-anak berada dalam ratusan pengungsi itu. Sebagian anak-anak masih mengalami trauma pasca banjir. 

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Aktivis Alit Indonesia sedang menghibur anak-anak di posko pengusaha bencana Desa Nelelamadike Pulau Adonara 

Perjuangan Alit Indonesia Kembalikan Keceriaan Anak-anak di Posko Pengungsian Korban Bencana Adonara

POS-KUPANG.COM|ADONARA-- Pasca banjir bandang menerjang Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile BolengKabupaten Flores Timur, NTT, sebanyak 645 warga mengungsi di posko-posko yang tersebar di wilayah itu. 

Di posko SDN Nelelamadike, terdapat puluhan anak-anak berada dalam ratusan pengungsi itu. Sebagian anak-anak masih mengalami trauma pasca banjir. 

Melihat kenyataan itu, aktivis Equality for All Children (Alit) Indonesia Flores Maumere terjun ke lokasi membangun posko psychosocial dan memberikan trauma healing anak-abak korban bencana alam di Desa Nelelamadike. 

Koordinator lapangan Alit Indonesia-Flores, Yohana Beoang mengatakan, kehadiran Alit Indonesia ke lokasi bencana membawa misi mulia, memulihkan trauma dan mengembalikan keceriaan anak-anak pasca bencana. 

"Ada beberapa kegiatan yang kami lakukan, trauma healing hoopono-pono, trauma healing teknik terapi melipat kertas origami (dalam doa), menyanyi, mendongeng dengan boneka tangan, senam dasar dan bina suasana memperkenalkan metode perlindungan anak (perlina)," ujarnya kepada Pos Kupang, Kamis 15 April 2021. 

Baca juga: 15 Anak-anak Jadi Korban Bencana di Desa Nelelamadike Pulau Adonara 

Baca juga: Distribusi Energi di Adonara - Flores Timur Sudah Normal

Menurut dia, kegiatan yang dilakukan sejak 12 April 2021 itu, menyasar ke semua posko-posko pengungsian yang terdapat anak-anak. 

"Kegiatan kita sudah tersusun dengan jadwal terstruktur bersama tim. Setelah kegiatan, kita evaluasi dan breafing kegiatan lanjutan. Giat kita sampai tanggal 18 April mendatang," katanya. 

Alit Indonesia dalam aksinya, kata dia, tidak mengingingatkan anak-anak akan bencana yang telah menerjang desa mereka. Meski demikian, ada beberapa anak-anak dengan kepolosan menceritakan langsung traumanya saat bencana.

"Kita tidak mau mengingatkan, biarkan mereka sendiri meluapkannya. Biarkan mereka tetap ceria sesuai usianya. Kita mau berbakti agar ada hal-hal positif yang mereka peroleh dari bencana," tandasnya.

Baca juga: Ratusan Hektar Sawah di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur - NTT Rusak Diterjang Banjir Bandang

Baca juga: Warga Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur Dapat Jaket dari Jokowi

Ia berharap, dengan kegiatan ini membuat anak-anak tidak bosan meski berada di bawah posko pengungsian dan generasi berikut lebih tanggguh menghadapi tantangan ke depannya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved