Rabu, 3 Juni 2026

Tidak Ada Solar, Pencarian Korban Bencana Waimatan Sempat Terhambat

reruntuhan rumah yang tertimbun bebatuan besar dan material banjir dan longsor dari gunung Ile Lewotolok. 

Tayang:
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/RICARDUS WAWO
Pencarian keberadaan mayat yang tertimbun di desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Kamis 8 April 2021. 

Tidak Ada Solar, Pencarian Korban Bencana Waimatan Sempat Terhambat

POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Pencarian jasad korban banjir dan longsor di desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur pada Minggu 11 April 2021, terhambat selama beberapa jam karena BPBD Kabupaten Lembata tidak menyediakan bahan bakar Solar untuk menghidupkan tiga unit alat excavator.

Pencarian jasad korban yang masih tertimbun longsor dan banjir tersebut harus menggunakan alat excavator untuk membongkar reruntuhan rumah yang tertimbun bebatuan besar dan material banjir dan longsor dari gunung Ile Lewotolok. 

Salah satu Koordinator Lapangan pencarian korban di desa Waimatan, Iptu Ola Angin Leonardus berujar solar untuk alat excavator baru didatangkan BPBD Kabupaten Lembata pada tengah hari sebanyak dua drum. Jadi Tim SAR Gabungan baru efektif melakukan pencarian pada siang hari atau usai makan siang. Dia mengakui banyak waktu terbuang sia-sia dari pagi hingga siang hari karena keterlambatan ini. 

Baca juga: Bank NTT Salurkan 5 Ton Beras dan Sembako Bagi Korban Bencana di KabupatenLembata

Baca juga: Gunung Ile Lewotolok Kabupaten Lembata Kembali Erupsi, Tinggi Abu Hingga 700 Meter

Meskipun demikian, pencarian terhadap jasad korban masih akan terus dilakukan. Selain pencarian korban di darat, Anggota Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personil TNI, Polri, Basarnas, BPBD Kabupaten Lembata dan para relawan juga akan memaksimalkan pencarian melalui jalur laut

Temukan Potongan Kaki Manusia

Tim SAR Gabungan menemukan satu potongan kaki manusia dalam Pencarian korban banjir bandang di desa Waimatan, Kabupaten Lembata, pada Minggu 11 April 2021.

Potongan kaki manusia tersebut langsung dievakuasi mobil ambulans dari desa Waimatan ke RSUD Lewoleba.

Pencarian delapan warga Desa Waimatan dan Sepuluh warga Desa Amakaka, korban banjir bandang dilakukan Tim SAR Gabungan dipimpin Kepala Basarnas Maumere Putu Sudayana.

Baca juga: Relawan Generasi Muda Rayuan Lembata Sasar Pengungsi Bencana Banjir di Kebun

Baca juga: Pasca Banjir, 10 Orang Warga di Desa Amakaka Kabupaten Lembata Hingga Saat Ini Belum Ditemukan

Sementara itu, tim SAR gabungan yang dikerahkan untuk melakukan proses pencarian warga yang hilang di Lembata yakni di desa Amakaka dan desa Waimatan masih belum membuahkan hasil.

"Hari ini kita hanya menemukan alat berat bawah atau body pack berupa potongan kaki di Desa Waimatan," ujar Putu Sudayana, Kepala Basarnas Maumere saat ditemui di Posko Desa Napasabok, Kecamatan Ile Ape, Minggu kemarin.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved