Breaking News:

Sembilan Unit Rumah Warga Korban Banjir di Kabupaten Belu Segera Dibangun 

semua rencana penanganan bagi korban bencana harus tuntas dalam minggu ini. Setelah waktu 14 hari disebut penanganan

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Penjabat Bupati Belu, Zakarias Moruk saat meninjau beberapa puing-puing rumah warga yang terjang banjir di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Sabtu 10 April 2021. 

Sembilan Unit Rumah Warga Korban Banjir di Kabupaten Belu Segera Dibangun 

POS KUPANG.COM| ATAMBUA--Pemerintah Kabupaten Belu akan segera membangun sembilan unit rumah warga korban banjir di Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk. Sedangkan rumah yang mengalami kerusakan ringan hanya diperbaiki.

Secara administrasi, rencana pembangunan sembilan unit rumah dan perbaikan rumah-rumah yang rusak harus dilaksanakan dalam minggu ini karena sesuai aturan, penanganan darurat bencana  selama 14 hari terhitung 7 sampai  19 April 2021. Sedangkan proses pembangunan bisa lewat dari tanggal 19 April.

Hal itu disampaikan Penjabat Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM kepada Pos Kupang.Com di Tasain saat meninjau lokasi pembangunan satu unit rumah warga korban banjir.

Menurut Zaka Moruk, tanggap darurat bencana alam yang menggunakan dana bantuan tak terduga (BTT) berlaku selama 14 hari atau sampai 19 April 2021. Artinya, semua rencana penanganan bagi korban bencana harus tuntas dalam minggu ini. Setelah waktu 14 hari disebut penanganan pasca bencana yang dilakukan OPD teknis dan sumber dananya di masing OPD.

Baca juga: Makan Minum Pengungsi di Desa Tasain Kabupaten Belu Terjamin

Baca juga: Perayaan Paskah di Kabupaten Belu Aman dan Tertib Terapkan Protokol Kesehatan

Mengingat waktu tinggal sembilan hari, kata Zaka Moruk, pemerintah bekerja lebih cepat agar sebelum 19 April 2021, jumlah rumah yang dibangun dan yang diperbaiki harus sudah pasti.

Selain itu, rumah-rumah warga korban banjir yang mengalami rusak ringan harus segera diperbaiki sehingga warga bisa menempati kembali.

Dalam rangka mempercepat penanganan, pemerintah sudah mempersiapkan polanya yakni, bakti sosial yang melibatkan pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat setempat.

"Kita akan koordinasi dengan TNI-Polri untuk sama-sama bekerja membereskan rumah-rumah yang saat ini masih tertimbun lumpur", kata Zaka Moruk.

Kepala Desa Tasain, Amandus Koamesa saat dikonfirmasi Pos Kupang mengatakan, ada sembilan unit rumah yang dibangun baru karena tiga unit rumah hanyut terbawa banjir dan enam lainnya rusak berat

Sembilan rumah yang akan dibangun itu diantaranya rumah milik Hendrikus Tulasik, Maskar Kiak, Abraham Tulasik, Alfredo Dosres, Emiliama muti Bere, Dominikus Sesu. Mereka berada di Dusun Motamaro. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved