Breaking News:

Kunjungi Korban Bencana, Wali Kota Kupang Disambut Isak Haru Para Ibu

harus kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi di rumah-rumah ibadah dan fasilitas pendidikan terdekat.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
Doc PROKOMPIM KOTA
Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore menyerahkan bantuan bagi korban bencana, Sabtu 10 April 2021.   

Kunjungi Korban Bencana, Wali Kota Kupang Disambut Isak Haru Para Ibu

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, didampingi Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Lodywik Djungu Lape, dan Kabag Prokompim Setda Kota Kupang, Ernest S. Ludji, beserta para Camat dan Lurah setempat selama dua hari berturut-turut, Sabtu dan Minggu 9 April 2021, mengunjungi posko pengungsian warga terdampak angin dan banjir akibat badai Siklon Seroja guna menyerahkan bantuan secara langsung bagi korban bencana badai siklon tropis Seroja.

Badai Siklon Seroja yang terjadi selama sepekan semenjak 2 April 2021 tersebut telah menyebabkan banyak rumah warga porak poranda akibat terjangan angin serta tertimpa pohon.

Selain itu beberapa wilayah mengalami tanah longsor beserta pemukiman penduduk yang berdiri diatasnya mengakibatkan banyak warga harus kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi di rumah-rumah ibadah dan fasilitas pendidikan terdekat.

Pada hari pertama, yang dimulai sore hari, Ia beserta rombongan menyambangi GMIT Kaisarea BTN Kolhua dan SD GMIT Kuansae yang terletak di Kelurahan Kolhua. Di Gereja Kaisarea, Wali Kota disambut hangat oleh Ketua Majelis Jemaat, Pdt. Ronny Steven Runtu, M.Th dan sejumlah jemaat. 

Pdt Ronny melaporkan terdapat 23 kepala keluarga atau 94 jiwa yang terdampak dan mengungsi di posko yang didirikan di Gereja itu. Wali Kota kemudian menyerahkan sejumlah bantuan sembako bagi korban terdampak berupa sejumlah beras, telur, gula, minyak goreng dan mie instan.

Baca juga: Kepala Pelakasana BPBD Dipecat Walikota Kupang, Ini Alasannya

Baca juga: Pasca Bencana Siklon Tropis Seroja, Walikota Kupang Janji Selesaikan Persoalan Sampah Dalam 3 Hari 

Sementara, ketika mengunjungi SD GMIT Kuansae, Ia dan Fahrensy disambut isak tangis haru warga terutama ibu-ibu yang terpaksa mengungsi di tempat itu karena tempat tinggal mereka rusak akibat badai. Kepada Wali Kota dan Sekda, Lurah Kolhua, Silvester Hello, melaporkan ada 8 kepala keluarga yang mengungsi di tempat itu, dan diantaranya terdapat perempuan dan anak-anak. 

Kepada warga, Jefri menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami warga. Ia juga meminta warga pengungsi untuk tetap tenang dan bersyukur dalam keadaan apapun.

Kunjungan tersebut, katanya, untuk melihat langsung kondisi warga dan dirinya bersyukur dapat berkesempatan bertemu langsung dengan warga. 

Ia yang akrab disapa Jeriko kemudian meminta Lurah dan RT RW untuk segera mendata warga yang terdampak, khususnya yang rumahnya rusak dengan mencantumkan kondisi kerusakan dalam tiga skema, rusak berat, sedang atau ringan.

Di hari kedua, Ia didampingi Sekda, Kepala Dinas Sosial, Lodywik Djungu Lape, Kabag Prokompim Setda dan Camat Oebobo, Wali Kota mendatangi posko  Kampung Amnuban Oebufu, posko GMIT Bethel Maulafa, posko Panti Asuhan Syalom Bello, posko SD Inpres Labat dan posko GMIT Eden Kisbaki. Adapun bantuan yang diserahkan Pemkot Kupang melalui Dinas Sosial Kota Kupang berupa bahan makanan antara lain beras, gula, telur dan mi instan.

Baca juga: Pasca Bencana Badai Seroja, Walikota Kupang Tegaskan Dinas LHK Segera Bertindak

Baca juga: Jefri Riwu Kore Dampingi Herman Hery dan Ansy Lema Bagi Bantuan Korban Bencana Seroja Kota Kupang

Ia berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi warga selama dalam masa pengungsian, "Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban bapa mama atas musibah yang dialami," harapnya.

Ia kemudian menginstruksikan kepada koordinator posko agar dapat mengatur secara baik distribusi bahan makanan tersebut. Wali Kota juga sempat menyebutkan bahwa Pemkot akan menyiapkan lahan untuk relokasi bagi warga yang terkena tanah longsor.

Selain itu, Ia menegaskan kepada aparat pemerintah dari Camat, Lurah hingga RT/RW untuk mendata secara baik warga yang terdampak bencana agar dapat diberikan bantuan.

“Lurah mendata penerima bantuan dan rumah yang harus direnovasi akibat angin dan tanah longsor karena ini merupakan tanggung jawab pemerintah dan saya berharap para pengurus posko dapat berkoordinasi dengan pemerintah dengan memberikan informasi penerima bantuan,” tegasnya. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved