Sabtu, 2 Mei 2026

Kota Kupang Terkiini

RSIA Dedari Kupang Rayakan HUT ke-80 RI denga Gelar Baksos

RSIA Dedari Kupang memilih cara merayakan HUT ke-80 RI dengan menggelar bakti sosial ( Baksos ) untuk 100 pasien.

Tayang:
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/HO
BAKSOS - Foto bersama pimpinan dan staf RSIA Dedari Kupang usai Kegiatan baksos untuk pasien yang membutuhkan layanan bedah, Sabtu, 30/08/2025. RSIA Dedari Kupang Rayakan HUT ke-80 RI denga Gelar Baksos 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Rumah Sakit Ibu dan Anak atau RSIA Dedari Kupang merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 ( HUT ke-80 RI ) dengan menggelar bakti sosial 9 Baksos ) bagi 100 warga, Sabtu, 30/08/2025. 

Direktur RSIA Dedari Kupang, dr. Nanin Susanti, Akp. MARS mengatakan, RSIA Dedari saat ini menambah pelayanan bedah yang vakum beberapa waktu belakangan.

Dengan program itu, RSIA Dedari Kupang akan lebih dekat dengan masyarakat.

Program layanan bedah yang biasanya digelar di Puskesmas-Puskesmas, kali ini dikemas dalam bentuk bakti sosial ( baksos )  

Baca juga: HUT ke-16, RSIA Dedari Kupang Gelar Dedari Color Splash Run 

"Kita melakukan screening untuk pasien-pasien yang termasuk dalam pelayanan bedah umum. Jadi bukan hanya benjolan saja tetapi kita memang screening dari kepala sampai kaki. Kadang masyarakat tidak menyadari ada benjolan di tubuh jadi kita fokus untuk bedah umum dan bedah anak," kata dr. Nanin. 

"Kalau program Dedari Lebih Dekat ke Puskesmas yang bisa kita lakukan dua minggu sekali itu lebih ke anak, jiwa dan obgyn. Tapi kalau sekarang ini bedah karena sekarang ternyata banyak juga tanpa kita sadari penyakit-penyakit yang mengarah ke bedah," tambahnya. 

dr. Nanin berharap dengan adanya screening hari ini masyarakat bisa mengetahui lebih awal tentang benjolan yang ada di tubuh sehingga bisa mengetahui pelayanan seperti apa yang dibutuhkan. 

"Kalau butuh penanganan lebih lanjut kita di Dedari siap jadi kalau untuk yang ke arah bedah, sehingga kita bisa tangani," tandasnya. 

Ketua Panitia Baksos sekaligus Kabid Pelayanan Medis RSIA Dedari Kupang, dr. Lisnasari mengatakan, awalnya karena merayakan HUT RI ke 80, target pesertanya adalah 80 tetapi ternyata antusias masyarakat cukup tinggi maka peserta yang tercatat adalah 100 orang. 

Baca juga: Bayi Kembar Tiga Lahir di RSIA Dedari Kupang NTT, Semua Dicover BPJS Kesehatan

"Kami memberikan flyer dengan link jadi tercatat 100 peserta dari berbagai usia memang didominasi oleh dewasa meskipun kita buka untuk anak dan dewasa. Lebih banyak perempuan. Kegiatan ini berlangsung jam 8 pagi sampai jam 2 siang," katanya. 

dr. Lisna mengungkapkan, meski HUT RI sudah berlalu tetapi pihaknya merayakan di akhir Agustus karena sebelumnya hanya dirayakan dengan lomba-lomba tetapi kali ini membutuhkan waktu lebih lama untuk mengumpulkan masyarakat yang ingin terlibat dalam baksos
 
"Karena Dedari Lebih Dekat hari ini temanya ke bedah umum dan bedah anak dan kami melakukan screening artinya deteksi di awal supaya pasien lebih aware soal penyakitnya supaya nanti bisa diperiksa lebih lanjut dan ditindaklanjuti di RSIA Dedari. 
Kami berharap semua masyarakat juga dapat lebih care dengan penyakitnya dan kami melayani sampai tuntas," ujarnya. 

Dokter bedah RSIA Dedari, dr. Ni Luh Putu Julita Yanti Sp.B dalam kesempatan tersebut mengatakan, baksos dalam bidang bedah dewasa dan anak ini menerima konsultasi, screening untuk penyakit-penyakit seperti benjolan di payudara, ketiak, di seluruh tubuh, juga nyeri misalnya nyeri perut, juga kalau ada pasien-pasien yang punya luka yang tidak sembuh-sembuh.

"Kalau setelah screening ditemukan benjolan misalnya butuh operasi, sebelumnya kita USG di rumah sakit Dedari. Kalau perlu operasi kita akan operasi langsung di Dedari kecuali tindakannya besar dan butuh rujuk kami akan rujuk ke rumah sakit yang tipenya lebih tinggi tapi kalau kami masih mampu melakukan di Dedari kami akan lakukan di Dedari," jelasnya. 

Dia menjelaskan, masalah benjolan seperti tiroid di leher biasanya terjadi pada masyarakat yang tinggal dekat pantai. Sementara daerah yang kebersihannya kurang, banyak benjolan di daerah kelamin.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved