Breaking News:

Kepala Pelakasana BPBD Dipecat Walikota Kupang, Ini Alasannya

Bapa bisa lihat, semua pohon jatuh-jatuh, kalau kita enggak cepat, gimana. Enggak bisa diam-diam pak

Editor: Rosalina Woso
pk/yen
Walikota Kupang Jefri Riwu Kore 

Kepala Pelakasana BPBD Dipecat Walikota Kupang, Ini Alasannya

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Kupang, Jimy Didok diberhentikan dari jabatannya oleh wali kota Kupang Jefri Riwu Kore. 

Jimy di nonaktifkan walikota lantaran lambannya penanganan bencana di kota Kupang pasca di hantam badai Seroja pada Senin 5 April 2021 lalu. 

"Saya nonjobkan dulu sementara," ujar Jefri, Sabtu 10 April 2021. 

Jefri beralasan, di tengah situasi darurat seperti saat ini, pihaknya memerlukan kreatifias, kecepatan dan juga ketegasan dalam memimpin upayan penanganan bencana di kota Kupang. 

"Bapa bisa lihat, semua pohon jatuh-jatuh, kalau kita enggak cepat, gimana. Enggak bisa diam-diam pak" tegasnya. 

Jefri kemudian menunjuk Asisten II, Elvianus Wairata untuk menjadi Plt. Kepala BPBD Kota Kupang. 

Baca juga: Ditunjuk Gubernur Jadi Pelaksana BPBD NTT, Ini Komentar Isyak Nuka

Baca juga: Terungkap Alasan Mendasar Gubernur NTT Viktor Laiskodat Pecat Kepala BPBD NTT 

Pemberhentian Kalak BPBD ini juga terjadi di tingkat provinsi. Kepala BPBD Provinsi NTT, Thomas Bangke, juga di copot jadi jabatanya oleh gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat akibat kurang sigapnya dalam merespon situasi bencana di NTT. 

"Iya, sudah (pemecatan), baru ditandatangani juga. Alasannya, dalam kondisi dan situasi seperti ini, Pak Gubernur menilai respon cepat dari Kepala BPBD kurang," ujar sekretaris daerah NTT, Benediktus Polo Maing beberapa waktu lalu. 

Posisi Thomas di tempati kepala dinas perhubungan NTT, Isyak Nuka, yang di tunjuk gubernur Viktor sebagai pelaksana tugas di BPBD provinsi. (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved