Sampah Menumpuk di Kota Kupang, Lurah Minta Partisipasi Warga

Badai Siklon Tropis Seroja pada Senin (5/4/2021) dini hari menyebabkan banyaknya sampah-sampah berhamburan di Kota Kupang

Penulis: F Mariana Nuka | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Intan Nuka
Sampah-sampah menumpuk di TPS Oeba, di jalan samping Stadion Merdeka. Banyak sampah merupakan sampah akibat bencana Seroja. Foto diambil pada Minggu (11/4/2021) siang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Badai Siklon Tropis Seroja pada Senin (5/4/2021) dini hari menyebabkan banyaknya sampah-sampah berhamburan di jalanan Kota Kupang. Salah satunya sampah di TPS Oeba, di samping Stadion Merdeka.

Tumpukan sampah di pinggir jalan sepanjang tembok luar stadion menyebabkan jalanan menjadi sempit. Belum lagi, air mengalir di jalanan membuat sampah berbau busuk dan jalanan becek.

Seorang warga yang melintasi lokasi tersebut, Irfan mempertanyakan kemana sampah-sampah tersebut akan dibuang. Pasalnya, tumpukan sampah sepanjang tembok luar stadion sudah berbau busuk.

"Buang kemana ini nanti? Kapan dibuang? Siapa yang angkut?" tanya Irfan kebingungan ketika melihat tumpukan sampah itu.

Baca juga: Istri Kapolres Kupang Kota Beri Bantuan dan Buka Dapur Bagi Korban Bencana

Baca juga: 21 Warga Korban Banjir di Belu Pulang ke Rumah

"Warga juga harus bantu kerja ini. Kalau tidak, kapan bisa habis? Sampah banyak sekali, sudah bau juga," sambung warga lain, Jacoba.

Lurah Oeba, Geregorius E Rohi yang dihubungi POS-KUPANG.COM pada Minggu (11/4) siang mengakui bahwa banyaknya sampah yang menumpuk di wilayah kerjanya itu adalah sanpah akibat bencana. Dia mengaku, dalam kondisi normal, sampah-sampah di TPS Oeba selalu diangkut oleh petugas Dinas Kebersihan Kota Kupang.

Pihak Kelurahan Oeba, kata Geregorius, sudah memberitahukan kondisi TPS ke dinas terkait. Rencananya, Senin (12/4) besok, warga RT 9, 10, dan 12 akan melakukan kerja bakti membantu dinas kebersihan mengangkut sampah-sampah tersebut.

Baca juga: Pasca Banjir, 10 Orang Warga di Desa Amakaka Kabupaten Lembata Hingga Saat Ini Belum Ditemukan

Baca juga: Nilai Penetapan Darurat Bencana Masih Jalan Ditempat, Berikut Rekomendasi WALHI NTT

Geregorius telah mengimbau warga untuk menbuang sampah sesuai waktu yang telah ditentukan. Dia juga meminta warga untuk membersihkan dan meletakkan sampah di pinggir jalan umum agar mudah diangkut, mengingat pemerintah masih mengangkut sampah yang ada di jalan protokol, bukan jalan lingkungan. Dia menyayangkan sikap masyarakat yang tidak patuh pada imbauan itu.

"Bahkan material kayu yang besar dibuang ke TPS di waktu yang tidak sesuai imbauan kami. Selesai kerja bakti masih ada material yang dibawa lagi warga ke TPS dan depan jalan protokol," keluh Geregorius.

Menurutnya, kelurahan tidak punya instrumen yang bisa digunakan untuk penanganan sampah, karena tugas mereka hanya melakukan koordinasi dengan dinas teknis dan melakukan gotong royong serta meningkatkan partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, dia meminta warga aktif membantu pemerintah, karena kondisi pemerintah yang terbatas armada. Perlu dukungan dan partisipasi masyarakat untuk penanganan sampah, terkhusus di Kelurahan Oeba.

TPS Oeba merupakan salah satu TPS yang berada di wilayah Kecamatan Kota Lama. Kata Geregorius, sampah yang menumpuk tersebut bukanlah sampah dari warga Oeba saja, melainkan sampah dari warga lain yang juga berada di wilayah kecamatan itu.

"Ini yang disayangkan. Saya imbau, kalau masyarakat bisa melakukan pengangkutan secara mandiri, bisa membawa langsung sampah itu ke Jalur 40 atau ke TPA sehingga sampah tidak menumpuk di jalan protokol lagi," imbau Geregorius.

"Saat ini pemerintah butuh kerja sama semua pihak. Pemerintah tidak bisa sendiri menyelesaikan masalah sampah ini," pintanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Intan Nuka)

Berita Kota Kupang

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved