Breaking News:

DPRD NTT Minta Pemerintah Tetapkan Bencana Nasional

DPRD NTT kembali meminta pemerintah provinsi untuk mengkaji kembali kondisi bencana Siklon Tropis Seroja

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Ketua DPRD NTT, Ir. Emelia Julia Nomleni dan Wakil Ketua Petrus Christian Mboeik saat jumpa pers di kantor DPRD NTT, Rabu (7/4/2021). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) NTT kembali meminta pemerintah provinsi untuk mengkaji kembali kondisi bencana Siklon Tropis Seroja dan mendorong untuk ditetapkan sebagai Bencana Nasional.

Bencana yang menerjang hampir seluruh wilayah NTT sejak Sabtu 3 April 2021 telah meluluhlantakkan banyak wilayah dan memakan banyak korban jiwa.

Dalam keterangan pers yang berlangsung di Kantor DPRD NTT, Rabu (7/3), Ketua DPRD NTT, Ir. Emelia Julia Nomleni dan Wakil Ketua Petrus Christian Mboeik menyebut, berdasarkan hasil rapat pimpinan, dewan mendorong pemerintah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penetapan status tersebut.

Baca juga: Diprediksi Bangkrut & Punya Dana Abadi, Timor Leste Kini Dihantam Bencana, Kemana China & Australia?

Baca juga: Kisah Selo, Bocah Lepas dari Pelukan Ibu Lalu Hilang 7 Jam Saat Banjir Bandang Adonara, Kondisinya

"Bencana di NTT terjadi di seluruh wilayah. Kami ingin menyampaikan kepada pemerintah untuk mengkaji dan menelaah apakah dimungkinkan menjadi bencana nasional," ujar Ir. Emelia Nomleni.

Dewan meminta Pemerintah Provinsi NTT untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kemungkinan ditetapkan sebagai bencana nasional.

Dewan, kata Emi Nomleni, mengingatkan pentingnya recovery pasca bencana selain upaya penanggulangan termasuk pencarian dan evakuasi korban bencana. Karena itu, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat yang memberi perhatian dalam penanganan bencana NTT.

Emi Nomleni mengatakan, penanggulangan bencana harus dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh dengan distribusi wewenang dan tanggung jawab baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota.

Baca juga: Aksi Amerika Mengganas, China Sudah Siap Perang di Laut China Selatan, Indonesia Kena Dampak?

Baca juga: Pemkab Belu akan Segera Perbaiki Jembatan Builalu, Begini Penjelasan Pemerintah

"Ada perhatian pemerintah pusat supaya kita berbagi untuk menanggulangi. Pasca bencana harus ada recovery. Pusat, provinsi dan kota/kabupaten harus bergandengan tangan menyelesaikan secara bersama," ujar Emi Nomleni.

Penanggulangan tersebut termasuk juga untuk distribusi bantuan karitatif serta logistik bagi para korban dan para masyarakat yang terdampak.

"Termasuk saat ini bantuan karitatif, makan minum dan tempat tinggal. Ada di posko yang membutuhkan perhatian pemerintah," kata dia.

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved