Breaking News:

Bencana Alam NTT

Pemkab Belu akan Segera Perbaiki Jembatan Builalu, Begini Penjelasan Pemerintah

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu telah melakukan survei jembatan Builalu, di Kecamatan Lamaknen yang rusak dan

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
RUSAK---Oprit Jembatan Builalu di Desa Makir, Kecamatan Lamaknen rusak dan nyaris putus, Senin (6/4/2021). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu telah melakukan survei jembatan Builalu, di Kecamatan Lamaknen yang rusak dan nyaris putus akibat diterjang banjir. 

Dari hasil survei tersebut, Dinas PUPR Kabupaten Belu akan segera menangani secara darurat agar akses transportasi roda empat kembali normal.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belu, Vincent K. Laka mengatakan hal itu saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (7/4/2021).

Menurut Vincent Laka, dinas sudah melakukan survey dan sudah melakukan perhitungan anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan darurat.

Jembatan yang menghubungkan beberapa desa dengan ibukota Kecamatan Lamaknen itu harus segera ditangani demi menyelamatkan jembatan dari ancaman banjir yang bisa menambah kerusakan jembatan seluruhnya. 

Baca juga: Kapolda NTT Bantu Pembangunan Dapur Umum di Posko Pengungsi Banjir Bandang Adonara

Menurut Vincent, Jembatan Builalu mengalami kerusakan pada salah satu oprit dan selubung tiang jembatan. Untuk itu, pemerintah akan memasang bronjong pengaman guna menyelimuti tiang jembatan dari acaman banjir. 

“Kita rencana pakai bronjong untuk selimut itu tiang pancang yang tergerus air. Kita segera dilakukan pekerjaan agar bisa amankan jembatan saat banjir", kata Vincent Laka.

Diberitakan Pos Kupang, Jembatan Builalu yang berada di Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu nyaris putus akibat diterjang banjir, Senin (5/4/2021).

Dampak ikutannya adalah kendaraan roda empat tidak bisa melintas di jembatan tersebut. Pemerintah kecamatan sudah memasang tanda larang untuk kendaraan roda empat. 

Hal itu disampaikan Camat Lamaknen, Roni Mau Luma saat dikonfirmasi Pos Kupang.Com, Selasa (6/4/2021). Dikatakannya, jembatan Builalu menghubungkan Desa Makir dan Desa Lamaksenulu dengan Ibukota Kecamatan Lamaknen. Selain itu, menghubungkan dengan jalan sabuk merah serta desa tetangga di kecamatan Raihat dengan Lamaknen. 

Jembatan yang dibangun pada masa Bupati Sumantri itu nyaris putus akibat diterjang banjir. Kondisi putus persis di oprit jembatan atau timbunan tanah dibelakang abutment karena terkikis banjir sehingga terjadinya penurunan tanah.

"Tanah yang di unjung jembatan itu sudah terkikis banjir dan sisa sedikit sehingga kendaraan roda empat tidak bisa lewat. Kalau paksa lewat pasti tanah runtuh semua", kata Camat Lamaknen.

Meski kondisi jembatan nyaris putus, kata Roni, akses transportasi dari dua desa ke ibukota Kecamatan Lamknen masih bisa terakses karena jalan alternatif masih ada. Hanya saja jaraknya semakin jauh. 

"Bayangkan kalau dari Desa Makir dan Lamaksenulu mau ke Ibukota Kecamatan Lamaknen mereka harus melewati Haekesak, ibukota kecamatan Raihat. Jadi jaraknya semakin jauh", jelas Roni. (jen).

RUSAK---Oprit Jembatan Builalu di Desa Makir, Kecamatan Lamaknen rusak dan nyaris putus, Senin (6/4/2021).
RUSAK---Oprit Jembatan Builalu di Desa Makir, Kecamatan Lamaknen rusak dan nyaris putus, Senin (6/4/2021). (POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS)

Baca juga: Maung Boyong 20 pemain saat Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di 8 Besar Piala Menpora 2021,Info

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved