Breaking News:

Tuan Guru Bajang Sebut SBY Pernah Termakan Hoax Gegara Masalah Ini, Ada Kaitan dengan Jokowi? Begini

Tuan Guru Bajang, sapaan familiar mantan Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi, pernah mengungkapkan hal mengejutkan tentang SBY.

Editor: Frans Krowin
Tribunnews.com
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi (kanan) berziarah di makam Pahlawan Nasional Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid di Ponpes NW Pancor, Lombok Timur, NTB, Kamis (23/11). 

POS-KUPANG.COM -- Tuan Guru Bajang, sapaan familiar mantan Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi, pernah mengungkapkan hal mengejutkan tentang SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono.

Dia mengatakan, suatu hari di beberapa tahun lalu, Susilo Bambang Yudhoyono pernah termakan kabar hoax tentang Bandara Internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)

Kabar tentang SBY yang termakan hoax itu, ketika Presiden Jokowi melalui SK Menteri Perhubungan mengabadikan nama Bandara Internasional Lombok dengan nama pahlawan nasional NTB.

Bandara Internasional di Lombok, NTB itu beri nama Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, satu-satuhnya pahlawan nasional di daerah itu. 

Baca juga: Partai Demokrat Hadapi Prahara Baru, SBY dan AHY Didesak Segera Minta Maaf Ke Presiden, Lho Ada Apa?

Baca juga: Mengejutkan, Ngabalin Tegas Bilang Begini kepada SBY Soal Partai Demokrat, Apa yang Terjadi?

Saat itu, Tuan Guru Bajang mengatakan masyarakat Lombok bahkan NTB umumnya berterima kasih kepada Presiden Jokowi karena mengabadikan nama bandara itu dengan nama satu-satunya pahlawan nasional di NTB.

Nama Bandara itu, yakni Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

Pasca penetapan nama pahlawan sebagai nama bandara itu, diikuti dengan rencana peresmiannya oleh Presiden Jokowi..

Tuan Guru Bajang menegaskan, Bandara Internasional Lombok diresmikan beroperasinya oleh Presiden SBY pada 20 Oktober 2011 silam.

"Pada saat itu, Pak SBY menandatangani prasasti peresmian Bandara. Namun tentu saja bukan berarti prasasti Pak SBY akan dicopot sebagaimana yang Pak SBY sampaikan. Pemerintah dan Masyarakat Lombok tidak pernah ada keinginan seperti itu."

Zainul menjelaskan peresmian operasional bandara adalah satu hal, penetapan nama bandara dengan nama pahlawan nasional adalah hal lain. Itu dua hal yang berbeda.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved