Partai Demokrat Hadapi Prahara Baru, SBY dan AHY Didesak Segera Minta Maaf Ke Presiden, Lho Ada Apa?
Setelah pemerintah menolak kepengurusan Moeldoko Cs, Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kini menghadapi prahara baru.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Setelah pemerintah menolak kepengurusan Moeldoko Cs, Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kini menghadapi prahara baru.
Prahara baru itu, adalah desakan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono untuk segera meminta maaf kepada Presiden Jokowi.
Desakan itu dilakukan baik oleh simpatisan Jokowi Mania (Joman) maupun gerombolan yang mendukung KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.
Bahkan belakangan ini, sikap Moeldoko cs mulai melunak dengan menawarkan kepada Agus Harimurti Yudhoyono untuk maju dalam Pilgub DKI Jakarta mendatang.
Baca juga: Moeldoko Memilih Diam Setelah Kepengurusan Demokrat Versi KLB Ditolak Pemerintah, Indikasi Galau?
Baca juga: Mengejutkan, Ngabalin Tegas Bilang Begini kepada SBY Soal Partai Demokrat, Apa yang Terjadi?
Terhadap tawaran kubu Moeldoko tersebut, Direktur Eksekutif Etos Institute Iskandarsyah mengatakan, saat ini ada upaya Moeldoko cs untuk mencuci tangan atas apa yang telah dilakukannya.
Iskandarsyah menilai, tawaran maju ke Pilgub DKI Jakarta tersebut merupakan upaya taktis kubu KLB Moeldoko kepada Partai Demokrat.
"Ini juga bagian dari cuci tangan ya," kata Iskandarsyah kepada wartawan saat dihubungi, Minggu 4 April 2021.
Terhadap tawaran tersebut, Iskandarsyah mengatakan sekarang tinggal AHY yang memutuskan soal tawaran tersebut.
"Mas AHY apakah dia bisa berekonsiliasi dengan kubu KLB, karena kan pernyataan-pernyataan kubu KLB tajam sekali sebelum Kemenkumham memberikan keputusan menolak hasil KLB Demokrat," tambah Iskandarsyah.
"Sebelumnya mereka melakukan gimik-gimik soal Hambalang masih ada, minta kasusnya dibuka kembali, ini tinggal kita lihat saja kebesaran hatinya AHY," ujarnya.
Sebelumnya, Partai Demokrat versi Moeldoko menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju pemilihan gubernur (pilgub) DKI Jakarta 2024.
Hal itu disampaikan juru bicara Partai Demokrat Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang Muhammad Rahmad membalas pernyataan politikus Demokrat Rachland Nashidik soal menawarkan Moeldoko maju pilgub DKI.
"DPP Partai Demokrat Pimpinan Pak Moeldoko justru berniat mengusulkan AHY untuk kali kedua sebagai calon Gubernur DKI Jakarta," kata Rahmad kepada wartawan, Minggu (4/4/2021).
Diketahui, AHY pernah berkontestasi di Pilgub DKI 2017. Menurut Rahmad, kala itu AHY terlihat serius maju untuk menjadi DKI 1 dengan berhenti dari karirnya di militer.
"Kami melihat, AHY sangat serius untuk melanjutkan karirnya yang terhenti tiba tiba di militer. Tentunya keputusan SBY yang meminta AHY berhenti dari militer dengan pangkat mayor adalah pertimbangan AHY yang akan diusung menjadi Gubernur DKI," ucapnya.