Takut Kalah Perang di Laut China Selatan, AS Minta Bantuan Indonesia,RI Diminta Gelar Latihan Besar
Amerika Serikat yang kini tengah berseteru dengan China di Laut China Selatan terus bersusaha mengganedeng negara-negara di sekitar Laut China Selatan
POS KUPANG.COM -- Amerika Serikat yang kini tengah berseteru dengan China di Laut China Selatan terus bersusaha mengganedeng negara-negara di sekitar Laut China Selatan guna menghadapi China
Indonesia yang merupakan negara dengan militer terkuat di Asia Tenggara pun didekati Amerika untuk bergabung dalam koalisi menentang China
Konflik di Laut China Selatan, masih belum menemui titik terang.
Hubungan Amerika Serikat (AS) dan China kian hari kian memanas.
Sementara itu baru-baru ini, China dituding mengerahkan ratusan kapal milisi di Laut China Selatan.
Baca juga: Laut China Selatan Belum Perang, Rusia & Ukraina Memanas, Pasukan Kremlin Dikumpulkan di Perbatasan
Baca juga: PERANG Bakal Tak Terelakan, AS & China Saling Tantang di Laut China Selatan, Bejing: Kami Tak Takut
Baca juga: China Kebakaran Jenggot Hingga ProtesMesranya Hubungan Jepang-Indonesia,Pejabat Jepang:Biarkan Saja
Tudingan tersebut dilontarkan oleh Filipina.
Korps Penjaga pantai Filipina, dikabarkan mendeteksi kapal-kapal itu dalam formasi barisan di Whitsun Reef yang berbentuk bumerang, sekitar 320 kilometer sebelah barat Pulau Palawan pada 7 Maret lalu.
"Ini tindakan provokatif yang jelas untuk memiliterisasi wilayah tersebut," kata Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana dikutip dari AFP via Kontan.
"Ini wilayah dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina ," tegasnya.
Filipina menyebutkan ratusan kapal milisi China sudah mulai menyebar di Laut China Selana.
Di sisi lain, menanggapi hal tersebut, Amerika Serikat, musuh perang dingin China, menghubungi Indonesia untuk membahas konflik Luat China Selatan.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin berbincang dengan Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto melalui sambungan telepon.
Dalam pers rilis Kementerian Pertahanan AS, Rabu (31/3/2021), kedua berlah pihak dilaporkan menegaskan mengenai pentingnya hubungan pertahanan bilateral.
Austin dan Prabowo dalam kesempatan itu juga berdialog mengenai isu keamanan regional.
Isu keamanan yang dimaksud meliputi situasi yang menantang di Laut China Selatan serta kerja sama pertahanan bilateral.