Breaking News:

Salam Pos Kupang

Tak Mengurangi Makna Semana Santa

PANDEMI Covid-19 berdampak terhadap semua komponen kehidupan masyarakat dan umat protokol kesehatan ( Prokes) dengan 5 M

Tak Mengurangi Makna Semana Santa
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - PANDEMI Covid-19 berdampak terhadap semua komponen kehidupan masyarakat dan umat protokol kesehatan ( Prokes) dengan 5 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air menggalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas masih harus ditaati sejauh virus yang mendunia ini belum hilang dari penyebarannya.

Menaati prokes merupakan bagian dari ketaatan iman Katolik sehingga Uskup Larantuka pun meniadakan prosesi Jumat Agung Semana Santa, tradisi gerejawi di Larantuka, ibukota Kabupaten Flores Timur yang biasa menyedot perhatian umat Katolik di Indonesia bahkan dunia.

Di masa normal, setiap tahun menjelang Jumat Agung umat Katolik berbondong-bontong ke kota Reinha, sebutan khas Kota Larantuka, untuk mengikut prosesi tersebut. Bahkan warga non Katolik pun meluangkan waktu ke Larantuka untuk menyaksikan prosesi yang telah dijadikan destinasi wisata rohani tersebut.

Baca juga: Opini Pos Kupang, 7 Oktober 2019, NTT Terancam ASF, Penyakit Mematikan pada Babi

Baca juga: Opini Pos Kupang 22 Juli 2019, Pendidikan di NTT dan Revolusi Industri 4.0

Prosesi ini merupakan warisan leluhur bangsa Portugis yang pernah menjajah di Flores Timur khususnya dan Flores umumnya, yang tetap dilestarikan hingga saat ini. Di Kampung Sika, Kabupaten Sikka, bangsa Portugis mewariskan tradisi Logu Senhor yang sama dirayakan pada Jumat Agung di gereja tua Kampung Sika.

Kita yakin umat Katolik di Flores Timur khususnya, Flores umumnya, NTT, Indonesia dan dunia pasti punya kerinduan besar terhadap prosesi Semana Santa. Namun keputusan Keuskupan Larantuka itu demi mengantisipasi kerumunan yang melanggar Covid-19.

Kita percaya keputusan Uskup Larantuka sebagai pemimpin tertinggi gereja Katolik di Flores Timur dan Lembata diambil setelah melalui kajian dan doa khusus demi mengisolir penyebaran virus Corona yang hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda hilang dari bumi Flores Timur, NTT dan Indonesia bahkan dunia. Untuk itu, langkah antisipasi dan menaati prokes menjadi syarat mutlak.

Baca juga: Opini Pos Kupang 14 Mei 2019 : People Power atau Pester Power

Baca juga: Opini Pos Kupang 10 April 2019:Pemilu dan Persoalan Kepercayaan

Memang saat ini sedang dilaksanakan vaksinasi tahap satu dan dua, namun vaksinasi belum menjamin 100 persen kebal terhadap virus yang telah merenggut banyak nyawa manusia ini.

Data terbaru perkembangan Covid-19 di NTT ada 12.469 orang positif, sembuh 10.030 orang atau 80,4 persen dan meninggal 339 orang.Kondisi di Indonesia saat ini, terkonfirmasi 1.174.779 yang sembuh 973.452 orang dan meninggal 31.979.

Dengan demikian kita masih harus waspada dengan menaati prokes, termasuk kegiatan keagamaan seperti Seman Santa.

Gereja-gereja pun masih ketat memberlakukan prokes, bagi gereja di zona merah diberlakukan ibadah online untuk zona hijau ibadah offline namun dibatasi jumlah umat dengan jarak tempat duduk 1,5 -2 meter.

Kita berharap ditiadakan prosesi Semana Santa tidak mengurangi makna dan penghayatan iman terhadap kisah sengsara Tuhan Yesus. Prosesi memang ditiadakan tapi umat Katolik harus tetap menjaga kelestarian Semana Santa.

Mudah-mudahan tahun depan prosesi Ssemana Santa sudah bisa dilakukan, jika Corona sudah meredah.*

Kumpulan Tulisan Salam Pos Kupang

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved