4 Fakta Baru Serta Kronologi Lengkap Penyerangan Desa & Ancaman Pembunuhan Pendeta di Kupang NTT

4 Fakta Baru Serta Kronologi Lengkap Penyerangan Desa & Ancaman Pembunuhan Pendeta di Kupang NTT

Editor: maria anitoda
POS-KUPANG.COM/Amar Ola Keda
4 Fakta Baru Serta Kronologi Lengkap Penyerangan Desa & Ancaman Pembunuhan Pendeta di Kupang NTT 

"Total rumah yang dibakar saat itu kurang lebih 15 unit. Sedangkan rumah yang dirusaki massa sekitar 6 unit. Selain itu ada hewan milik warga juga dibunuh dan dibiarkan mati begitu saja," ujarnya.

Ironisnya, kata dia, rumah yang dibakar pada tanggal 28 Maret 2021 adalah rumah yang lokasinya di luar lahan sengketa.

Sementara itu, Pendeta Gereja Gibeon Bone, Erna Rau Eda Fanggidae, S.Th mengaku ia diancam untuk dibunuh oleh sekelompok massa tak dikenal tersebut.

"Waktu itu saya sedang pimpin sidang majelis. Salah satu majelis saya datang dan menyampaikan bahwa Gereja akan diserang. Maka lonceng gereja terus dibunyikan," ujar Pdt. Erna Fanggidae.

Dia mengaku melihat mobil truk berwarna kuning yang melaju menuju arah Gereja Gibeon Bone, dengan memuat massa yang lengkap dengan busur dan anak panah. 

Di antara puluhan massa, kata dia, ada satu warga desa setempat yang turut bersama kelompok perusuh itu. 

"Saya suruh suami dan anak saya untuk segera lari. Kemudian saya tenangkan jemaat di Gereja dan saya kunci pintu. Saya lihat di antara massa itu ada warga jemaat saya," ucapnya.

Pdt. Erna kemudian mengajak jemaat untuk berdoa, namun dalam ketakutan karena mendengar bunyian dan teriakan massa. Usai berdoa, dia memberanikan diri keluar menggunakan toga dan berjalan menuju ke pertigaan.

Saat itu, ada dua orang yang memegang kelewang dan anak panah. Mereka melihatnya, namun Pdt. Erna tetap menguatkan diri. 

Baca juga: Pemimpin Jemaat Diancam Dibunuh di Nekamese, 21 Rumah Warga Dibakar & Pelaku Belum Ditangkap Polisi

Sesaat kemudian, massa pembakar rumah yang menggunakan mobil truk kuning menghampiri dan mengancamnya.

"Mereka bilang begini, ini dia juga. Bakar dia sudah. Bunuh dia. Saya kuatkan diri dan jawab, saya sekarang lagi pakai toga, mari dan bunuh saya," ungkapnya.

"Mungkin karena saya pakai toga makanya saya tertolong. Kalau tidak mungkin saya sudah dibunuh," sambungnya.

Sementara itu, Guster Tafoki yang merupakan salah satu korban menyatakan rumah, kios, dan bengkelnya ikut dibakar.

"Uang saya sebanyak Rp40 Juta di dalam rumah dan tiga celengan juga hangus terbakar saat rumah saya dibakar," ungkapnya.

Ia menuturkan saat kejadian siang itu, ia sedang mengikuti sidang majelis di gereja. Tiba-tiba sekelompok massa menggunakan truk datang dan langsung membakar dan merusaki rumah warga tanpa sebab. 

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved