Tak Sekedar Slogan, Kenali Karya Dinas Kopnakertrans di Kapitan Meo Saat Kunker Gubernur NTT
Politisi Nasdem itu bisa menemukan persoalan terkait sinergi para pihak dan langsung melakukan intervensi.
Penulis: Rosalina Woso | Editor: Rosalina Woso
Ada juga bantuan sarana Pertanian untuk pemanfaatan lahan tampak rumah dan lahan usaha.
Kondisi Terkini
Kondisi Saat ini untuk membantu mengolah lahan pertanian yang ada kondisi lahan tampak rumah seluas 0,25 Ha dan lahan usaha ± 0,5 Ha/KK.
Pada musim penghujani, warga transmigrasi memanfaatkan lahan dengan menanam berbagai jenis tanaman pangan seperti : Padi seluas ± 5 Ha, Jagung seluas ± 5 Ha, Kacang tanah ± 1 Ha, Umbi-umbian, sayuran dan tanaman buah-buahan (pepaya, mangga, pisang, jeruk)
Disamping pertanian, warga juga melakukan usaha ternak seperti ternak sapi, kambing, babi dan ayam.
Terdapat 1 (satu) buah embung yang dimanfaatkan warga untuk menampung air hujan sebagai sumber air bagi lahan pertanian dan peternakan
Meskipun kondisi terakhir mengalami kemajuan, Kapitan Meo masih diliputi beberapa masalah yakni sarana air bersih untuk kebutuhan warga, sumber mata air berasal dari Oenewen yang berjarak ± 4,2 km dari lokasi.
Selain itu, listrik belum sampai dilokasi transmigrasi, Sumber Daya Manusia dalam pengolahan lahan dan hasil pertanian masih rendah. Orientasi warga transmigrasi masih konsuftif belum orientasi bisnis (pasar).
Kapitan Meo juga belum memiliki fasilitas puskesmas pembantu (pustu).
Baca juga: Di Kabupaten Malaka, Gubernur NTT Minta Perhatian Serius Persoalan Stunting
Masyarakat yang di tempatkan adalah Transmigrasi Penduduk Setempat (TPS) sehingga tidak ada transfer budaya, alih teknologi sehingga membutuhkan transmigran dari luar baik dari kabupaten lain atau dari luar NTT.
Masih adanya ternak sapi yang masuk di lahan warga transmigrasi.
Secara simbolis, kunjungan kerja gubernur di Kapitan Meo yakni panen jagung secara simbolis, memipil jagung dengan menggunakan mesin pengolah/pemipil, tabur benih ikan lele di embung, meninjau tanaman Kelor serta berdialog terbatas dengan warga transmigran.
Tim Kerja
Areal Kapitan Meo yang kini menjadi sasaran program Pemprov NTT mulai menggeliat. Sentuhan program kerja Pemprov NTT melalui Dinas Kopnakertrans mulai terasa disana.

Tentu saja untuk mewujudkan program kerja, Dinas yang merger 22 Februa 2019 dan dinahkodai Ir.Sylvia R.Pekudjawang, MM ini membutuhkan tim kerja yang solid dan tangguh.