Erik Rede Apresiasi Petani Sorgum, Jaga Ketahanan Pangan
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ende, Erikos Emanuel Rede atau akrab disapa Erik Rede apresiasi para petani sorgum di Ende
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
Ditanya respon Dinas Pertanian terkait kerinduan petani Sorgum, Epit katakan, Dinas Pertanian berjanji akan membantu mesin perontok. "Kata pa Kadis Pertanian, akan bantu, memang belum memastikan kapan realisasinya," kata Epit.
Lanjutnya, pihak Dinas Pertanian juga akan membantu penyebaran benih pemupukan dan untuk penamaman berikutnya di lahan seluas 10 hektar. "Bantuannya sekitar 7,5 juta rupiah," ungkapnya.
Petrus mengatakan, Sorgum, bukan tanaman pangan baru di Kabupaten Ende dan NTT. Namun di era tahun 1980 - 1990, tanaman serba guna ini perlahan - lahan 'lenyap'.
Padahal Sorgum, selain sumber pangan, juga untuk pakan ternak dan bahan baku industri. Tidak hanya itu, mengonsumsi Sorgum bagus untuk penderita diabetes karena bisa menurunkan gula darah.
Pada 2014, setelah mempelajari dan mendapat informasi tentang Sorgum, berinisiatif budidaya Sorgum.
Petrus bergerak bersama kelompok tani 'Mae Welu' yang meraka bentuk sejak 2012, untuk program menanam manggrove di pesisir pantai di Kecamatan Kota Baru.
Petrus dan kawan-kawan mengolah lahan seluas 1 hektare secara tradisional untuk tanam Sorgum. Panen perdana, hasilnya mencapai 10 ton.
Menurutnya, Sorgum tersebut dikonsumsi sendiri dan dijual. Menurutnya, banyak masyarakat di Kota Ende, Ibu Kota Kabupaten Ende yang memesan Sorgum.
Dia katakan, Sorgum serba guna, akar hingga bulir Sorgum bisa dimanfaatkan. Daun Sorgum dimanfaatkan untuk pakan ternak, sementara batangnya bisa untuk bahan baku gula, namun belum belum dikembangkan.
"Sebenarnya Sorgum ini bukan baru. Dia tanaman serba guna akar hingga bulirnya bisa dimanfaatkan. Waktu saya masih kecil tahun 80an, biasa makan juga. Seiring berjalan waktu orang tidak lagi tanam atau budidaya," kata Petrus.
Pasca panen perdana, kata Petrus, anggota kelompok Tani Mae Welu bertambah menjadi sekitar 30 orang. Petrus pun mendorong para anggota membuka lahan untuk tanam Sorgum. "Jadi berkembang, ada yang tanam setengah hektar, bervariasi," ungkapnya.
Petrus menceritakan, para penderita diabetes banyak yang memesan Sorgum, untuk turunkan gula darah. "Banyak yang beri kesaksian, rajin konsumsi Sorgum, sembuh," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)