Breaking News:

Warga Derokfaturene Minta Pemerintah Aspal Jalan, Begini Respon Bupati Belu Terpilih

ruas jalan simpang Nenuk-Lookeu tersebut belum semuanya diaspal. Aspal hanya sampai markas Kaveleri Lelowai.

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Jalan di Desa Derokfaturene hingga Lookeu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu belum aspal. Gambar diambil, Kamis 25 Maret 2021. 

Warga Derokfaturene Minta Pemerintah Aspal Jalan, Begini Respon Bupati Belu Terpilih

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Warga Desa Derokfaturene, Kecamatan Tasifeto Barat meminta Pemerintah Kabupaten Belu supaya mengaspal jalan menuju ke wilayah tersebut. 

Pasalnya, ruas jalan simpang Nenuk-Lookeu tersebut belum semuanya diaspal. Aspal hanya sampai markas Kaveleri Lelowai. Dari situ sampai Lookeu belum diaspal.

Warga Derokfaturene, Elisabeth, Fransiska Hoar dan Emanuel Reu mengatakan hal itu saat ditemui Pos Kupang.Com, Kamis 25 Maret 2021. 

Mereka mengharapkan perhatian serius dari Pemkab Belu untuk mengerjakan ruas jalan tersebut yang belum diaspal hingga saat ini.

Kata warga, jalan yang belum diaspal itu mulai dari Markas Kaveleri sampai cabang Lookeu. Ruas jalan itu melintasi perkampungan diantaranya, Hedanfehan-Airen-Haliren sampai cabang Lookeu dengan panjang jalan yang belum diaspal sekitar 10 kilometer.

Menurut warga, kondisi jalan tanah dan sebagian pengerasan sangat sulit dilewati ketika musim hujan seperti saat ini. 

"Kalau hujan lumpur dan kami susah sekali mau ke Atambua. Ada yang paksa kalau ada urusan penting di Atambua", cerita Elisabeth.

Menurut mereka, hasil bumi yang banyak di wilayah Derokfaturene antara lain kemiri, pisang, lombok, jagung, bawang dan tomat. Saat musim panen yang bertempatan dengan hujan sangat sulit dipasarkan hasil pertanian tersebut. 

Selain itu, dampak dari jalan rusak adalah tingginya tarif kendaraan angkutan penumpang. Saat ini tarif kendaraan umum sekali jalan ke Atambua sebesar Rp 20 ribu per orang belum terhitung barang. 

"Bayar oto sudah 40 ribu PP. Itu kalau tidak ada barang. Kalau ada barang Rp 50 ribu", kata Elisabeth. 

Terhadap kondisi demikian, warga meminta supaya Pemkab Belu bisa mengaspal jalan ke wilayah itu sehingga memudahkan akses transportasi.

Bupati Belu terpilih, dr. Agus Taolin saat ditemui Pos Kupang di sela-sela kunjungan gubernur mengatakan, dalam masa kepemimpinan mereka akan memperhatikan ruas jalan tersebut. 

"Iya nanti kita lihat setelah pelantik apa sudah masuk dalam perencanaan atau belum", kata Agus Taolin.

Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 di Kabupaten Belu Tinggal 12 Orang, Simak Penjelasannya

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Belu Bertambah Empat 

Baca juga: TNI-Polri di Kabupaten Belu Jaga Imun Tubuh Dengan Bersepeda 

Baca juga: DPRD Kabupaten Belu Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat Desa Rafae

Menurut Agus Taolin, setelah dilantik, mereka akan rapat bersama dengan dinas teknis untuk membahas program kerja sesuai visi misi paket Sehati. ( Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved