Breaking News:

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah Target Turunkan Stunting Jadi 10 % di Tahun 2021

semua harus bergerak bersama bukan hanya berjuang menurunkan angka stunting menjadi 10 persen.

Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Sekda ST, Drs.Umbu Eda Pajangu sedang memberikan sambutan pada acara rembuk stunting dan sosialisasi penanganan stunting terintegrasi di aula Bappeda ST, Kamis 25 Maret 2021 

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah Target Turunkan Stunting Jadi 10 % di Tahun 2021

POS-KUPANG.COM|WAIKABUBAK--Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menargetkan menurunkan angka stunting dari 14,4 persen pada tahun 2020 atau 1109 angka stunting menjadi 10 % pada tahun 2021.

“Karena itu mengajak semua komponen masyarakat Sumba Tengah baik pemerintah, LSM dan DPRD Sumba Tengah serta lainnya bersatu padu berjuang bersama mensukseskan perjuangan ini. Pekerjaan ini bukan hanya tanggungjawab Dinas Kesehatan tetapi menjadi tanggungjawab semua OPD dan seluruh masyarakat Sumba Tengah,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Tengah, Drs.Umbu Eda Pajangu

Sekda Umbu Eda menegaskan hal itu dalam sambutannya saat  membuka acara rembuk stunting dan sosialisasi penanganan stunting terintegrasi yang berlangsung di aula Bappeda Sumba Tengah, Kamis 25 Maret 2021.

Sudah saatnya, lanjut Sekda Umbu Eda, semua harus bergerak bersama bukan hanya berjuang menurunkan angka stunting menjadi 10 persen.

Penurunan angka ini, lanjut Sekda Umbu Eda, harus memiliki target bersama berjuang membebaskan Sumba Tengah nol stunting. Sebab balita adalah generasi masa depan Sumba Tengah dan bangsa ini.

Menurutnya, kita semua duduk bersama yakni Dinas Kesehatan, PMD, Bappeda, para camat dan kepala desa, LSM dan lainnya untuk berembuk  membangun strategi bersama mengatasi stunting yang dialami anak-anak balita di 65 desa se-Kabupaten Sumba Tengah.

Sekda Umbu Eda menambahkan, pemerintah daerah dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Tengah, Drs.Paulus SK Limu - Ir.Daniel Landa menargetkan menurunkan angka stunting dari 14,4 pada tahun 2020 menjadi 10 % pada tahun 2021 ini.

Karena itu, lanjut Sekda Umbu Eda,  momen ini menjadi kesempatan bersama merumuskan langkah-langka penanganan agar menjadi pedoman bergerak bersama membebaskan balita dari stunting.

Ia menambahkan, pemerintah daerah dalam hal  ini bupati dan wakil bupati Kabupaten Sumba Tengah telah menugaskan pimpinan OPD menjadi bapa asuh desa.

Hal itu, kata Sekda Umbu Eda, sudah berjalan. Mudah-mudahan dengan keterlibatan semua komponen rakyat Sumba Tengah maka penanganan terhadap stunting lebih cepat.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Tengah, Ridho Dj.Samani, M Kes mengatakan, stunting atau kondisi gagal tumbuh anak terutama terhitung selama 1000 hari kehidupannya akibat pola asuh kurang baik, pola makan kurang bergisi dan kekurangan air bersih.

“Kebiasaan mama-mama kita, selalu menitipkan anak kepada nenek untuk merawat. Dengan keterbatasan kehidupan nenek  maka anak dirawat seadanya saja,” ujar Ridho.

Padahal pada usia balita atau usia dibawah 5 tahun, ujar Ridho, anak-anak sangat membutuhkan kasih sayang orang tua. 

Baca juga: Sekda Sumba Tengah Minta Kepala Desa Alokasikan Anggaran Penanganan Stunting

Baca juga: Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  Minta Perhatian Serius Persoalan Stunting

Baca juga: 24, 2 Persen Tertinggi Nasional, Stunting NTT Harus Diurus dari Pabriknya

Baca juga: Cegah Stunting, Kadis Kesehatan Sumba Tengah Minta Suami Beri Perhatian Sejak Istri Hamil ? Info

Pada kegiatan ini menampilkan 4 pembicara yakni Sekda Sumba Tengah, Drs.Umbu Eda Pajangu, Kadis Kesehatan Sumba Tengah, Kepala Bappeda Sumba Tengah, Dr.Martinus Jurumana dan PMD Sumba Tengah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved