Breaking News:

Cegah Stunting, Kadis Kesehatan Sumba Tengah Minta Suami Beri Perhatian Sejak Istri Hamil ? Info

Kepala  Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Tengah, Ridho Dj.Samani, M.Kes mengatakan untuk mencegah terjadi stunting pada anak-anak balita maka hendaknya

Penulis: Petrus Piter | Editor: Ferry Ndoen
pk/petrus piter
Foto dari kiri Kepala Dinas Kesehatan Sumba Tengah, Ridho Dj.Samani, Sekda Sumba Tengah, Drs.Umbu Eda Pajangu, Dr.Martinus Jurumana dan PMD pada acara sosialisasi penanganan stunting terintegrasi di aula Bappeda Sumba Tengah, Kamis (25/3/2021) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM/WAIBAKUL---Kepala  Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Tengah, Ridho Dj.Samani, M.Kes mengatakan untuk mencegah terjadi stunting pada anak-anak balita maka hendaknya para suami memberi perhatian serius terhadap istri semenjak hamil.
Jangan istri dalam keadaan hamil besar dipaksa bekerja keras  memenuhi kebutuhan keluarga. Misalnya memikul kayu api, memikul jerigen besar berisi air minum dan lainnya  Kasihan istri sudah  hamil besar dipaksa bekerja keras lagi. Mari, kita memberi perhatian yang baik  kepada  istri agar anak lahir dengan sehat walafiat.

Sebetulnya perhatian itu dimulai bukan saja ketika  istri hamil tetapi pada masa remajanya. Karena itu, ia mengajak semua orang tua memberi perhatian anak-anaknya semenjak masa remaja.

Baca juga: Begini Kata Kasat Lantas Polres Manggarai Barat soal Tilang Elektronik

Demikian disampaikan  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Tengah, Ridho DJ.Samani, M.Kes ketika tampil sebagai nara sumber pada acara sosialisasi penanganan stunting terintegrasi  di aula Bappeda Sumba Tengah, Kamis (25/3/2021).

Menurutnya, stunting atau gagal tumbuh anak balita akibat kurang gisi. Penyebab terjadi stunting karena pola asuh, pola makan dan air bersih.  Kebiasaan menitipkan anak kepada nenek untuk mengasuh, makan makanan kurang bergisi dan kekurangan air bersih serta lainnya menjadi penyebab terjadi penyakit stunting pada anak tersebut.

Untuk itu,  momentum pertemuan hari ini menjadi hal terbaik untuk bersama-sama merumuskan langkah-langkah menangani stunting Sumba Tengah ke depan. Dengan demikian dapat mengejar target menurunkan angka stunting Sumba Tengah 14,4 % pada tahun 2020 menjadi 10 % pada tahun 2021 atau menjadi nol stunting Sumba Tengah.(pet)

Foto dari kiri Kepala Dinas Kesehatan Sumba Tengah, Ridho Dj.Samani, Sekda Sumba Tengah, Drs.Umbu Eda Pajangu, Dr.Martinus Jurumana dan PMD pada acara sosialisasi penanganan stunting terintegrasi di aula Bappeda Sumba Tengah, Kamis (25/3/2021)
Foto dari kiri Kepala Dinas Kesehatan Sumba Tengah, Ridho Dj.Samani, Sekda Sumba Tengah, Drs.Umbu Eda Pajangu, Dr.Martinus Jurumana dan PMD pada acara sosialisasi penanganan stunting terintegrasi di aula Bappeda Sumba Tengah, Kamis (25/3/2021) (pk/petrus piter)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved