Breaking News:

Salam Pos Kupang

Tantangan Pemimpin Baru Manggarai Barat

Berita berjudul: "Siswa Jalan Kaki 10 Km, SMPN 6 Lembor Selatan Minim Fasilitas," itu datang dari Kabupaten Manggarai Barat

Tantangan Pemimpin Baru Manggarai Barat
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - RASA prihatin seketika muncul tatkala membaca berita headline Harian Pagi Pos Kupang edisi Senin, 15 Maret 2021. Berita berjudul: "Siswa Jalan Kaki 10 Km, SMPN 6 Lembor Selatan Minim Fasilitas," itu datang dari Kabupaten Manggarai Barat di ujung barat Pulau Flores, NTT.

Keprihatinan itu lahir dari pemikiran bahwa di era yang kini sudah semakin maju dengan perkembangan teknologi informasi, dengan kemajuan pembangunan berbagai infrastruktur jalan dan jembatan, masih ada sekolah yang minim fasilitas, jauh dari askes masyarakat terutama para siswa.

Apalagi lokasi sekolah ini berada di wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Salah satu dari 20-an kabupaten/kota di NTT yang mendapat perhatian khusus pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur karena berkaitan dengan keberadaan obyek wisaya komodo yang telah mendunia.

Baca juga: Jenazah Pasien Probable Covid-19 di Nagekeo Dimakamkan di TPU Raterunu

Berdasarkan laporan, persoalan mendasar di wilayah ini bukan hanya minimnya fasilitas pendidikan, dalam arti ruangan sekolah yang terbatas. Tapi juga kesulitan para siswa untuk mengakses lokasi sekolah.

Bayangkan, untuk sampai ke sekolah setiap hari para siswa harus berjalan kaki sepanjang 10 kilometer. Perjalanan kaki pun bukannya tanpa hambatan. Di perjalanan mereka harus berjuang menyeberangi arus deras sungai Wae Mese.

Baca juga: Ratusan Anggota Polres Manggarai Timur Disuntik Vaksin Covid-19

Bahkan pada saat tertentu, mereka tidak bisa lewat karena derasnya arus sungai. Mereka harus menunggu dalam kondisi tak menentu beberapa saat sampai arus sungai turun.

Pertanyaannya, apakah persoalan masyarakat di wilayah Nisar Desa Nanga Bere, Kecamatan Lembor Selatan ini sudah diketahui Pemda dan DPRD Manggarai Barat selama ini? Kalau sudah tahu, apa saja yang sudah mereka lakukan untuk mengatasi persoalan masyarakat ini? Kalau belum, kemana pemerintah dan DPRD selama ini, terutama dari dapilnya? Apakah mereka tidak turun dan melihat kondisi riil kehidupan masyarakatnya? Bagaimana kebijakan awal pembangunan sekolah dengan jarak pemukiman sesuai ketentuan Permendikbud 32/2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimum Pendidikan? Masih banyak lagi pertanyaan lainnya.

Saat ini Kabupaten Manggarai Barat dinakhodai dua orang pemimpin baru: Edistasius Endi sebagai bupati dan Yulianus Weng sebagai wakil bupati. Jika selama ini persoalan masyarakat di Lembor Selatan ini belum diatasi maka menjadi tantangan bagi pemimpin baru Edi-Weng untuk segera mengatasinya.

Jika wabup Yulianus Weng mengeluhkan sudah ketoknya anggaran sebelum mereka dilantik, maka tetap harus ada solusinya. Misalnya untuk jangka pendek dengan membuat jembatan gantung sementara/darurat agar anak-anak sekolah bisa melewati sungai saat banjir dengan aman dan nyaman. Sedangkan untuk penanganan permanen tetap dianggarkan untuk ditangani tahun berikutnya. *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved