Berita NTT Terkini
Hari Raya Nyepi Pada Masa Pandemi Covid-19: Budiana Imbau Patuhi Protokol Kesehatan
Hari Raya Nyepi pada masa pandemi Covid-19: Budiana imbau patuhi protokol kesehatan
Amati lewungan, yakni tidak boleh bepergian termasuk ke tetangga. Selanjutnya, amatilelanguan. Di tahapan ini, umat Hindu dilarang membuka bunyi-bunyian, seperti televisi dan radio.
"Kita merenungkan diri terhadap apa yang dilakukan selama setahun dan apa yang dilakukan ke depan agar menjadi lebih baik di masa depan," imbuhnya.
"Di hari Nyepi, umat Hindu memahami makna kehidupan dengan melihat jati dirinya, bahwa Tuhan ada di diri kita. Karena dalam agama Hindu, semua jiwa itu merupakan percikan dari Tuhan itu sendiri," tambah Budiana.
Tahapan keempat, kata Budiana, yaitu ngembageni. Tahapan ini merupakan momen silahturahmi atau dharmasanti. Umat Hindu tidak saja bersilahturahmi dengan sesama umat Hindu, tetapi juga dengan semua agama lain.
"Di tahapan ini, tercipta harmonisasi antara umat Hindu dengan sesama agama lainnya," terangnya.
Budiana mengimbau seluruh umat Hindu mentaati anjuran pemerintah dengan terus menerapkan protokol kesehatan.
"Apapun kebijakan pemerintah, harus didukung . Mari kita menjalankan catur penyepian kita dengan baik agar bisa mendapatkan kebahagiaan lahir dan batin, sehingga tercapai keseimbangan antara diri sendiri dengan alam sekitar," ujar Budiana. (amar ola keda)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/maknai-nyepi-umat-hindu-di-tengah-pandemi-covid.jpg)