Timor Leste
NGERI! Ditinggalkan Portugis Timor Leste Terpecah, Terjadi Perang Saudara. Salah Satu Mau Gabung RI
POS-KUPANG.COM - Perang saudara dan pertumpahan darah tidak bisa terlepas dari sejarah Timor Leste sebagai sebuah negara termuda di Asia.Perang saud
POS-KUPANG.COM - Perang saudara dan pertumpahan darah tidak bisa terlepas dari sejarah Timor Leste sebagai sebuah negara termuda di Asia.
Perang saudara yang terjadi di Bumi Lorosae dipicu adanya keinginan yang berbeda-beda untuk masa depan Timor Leste dari masing-masing kelompok.
Saat Portugis mulai meninggalkan Timor Leste, berdiri partai-partai politik di Timor Leste.
Di antaranya FRETILIN, UDT, APODETI, TRABALHISTA, dan KOTA.
• ASTAGA! Bank Dunia & IMF Pernah Skenariokan Indonesia Bangkrut Lewat Invasi Indonesia ke Timor Leste
Masing-masing partai tersebut mengusung tujuan yang berbeda untuk masa depan Timor Leste. FRETILIN, UDT, DAN APODETI merupakan tiga partai terbesar.
FRETILIN (Frente Revolucionaria de Timor Leste Independente) menginginkan Timor Timur merdeka sebagai sebuah negara berdaulat.
UDT (Uniao Democratica Timorense) menginginkan Timor Timur tetap berada di bawah kekuasaan Portugal.
APODETI (Associacao Popular Democratica Timorense) menginginkan Timor Timur berintegrasi dengan Indonesia.
• Simak Info Terkini :Timor Leste Tambah Pasukan di Perbatasan Indonesia, Ini Tujuannya
Sementara, dua partai kecil lainnya, KOTA (Klibur Oan Timor Aswain) menginginkan pemerintahan tradisional yang fokus pada kepemimpinan lokal.
Sedangkan TRABALHISTA yang didukung oleh komunitas Tionghoa dan Arab hanya menginginkan perubahan yang terkendali.
Kerusuhan dan pertumbahan darah pun merebak ke seluruh Timor Timur karena persaingan partai-partai tersebut.
Dari sisi kekuatan senjata, FRETILIN merupakan fraksi yang terkuat sebab mendapat dukungan dari pasukan pribumi militer Timor Portugis.
• Kehebatannya Diakui Dunia,Snipper Indonesia Ini Sukses Lumpuhkan Milisi Timor Leste dengan 49 Peluru
Pasukan FRETILIN memberikan perlawanan yang hebat baik terhadap pasukan UDT maupun pasukan APODETI.
Kemudian, UDT akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tujuan utamanya mempertahankan Timor Timur berada di bawah Portugal dan bersatu dengan APODETI untuk menghadapi FRETILIN.
FRETILIN membantai puluhan ribu rakyat yang menginginkan Timor Timur bergabung dengan Indonesia termasuk beberapa tokoh APODETI.