Timor Leste
ASTAGA! Bank Dunia & IMF Pernah Skenariokan Indonesia Bangkrut Lewat Invasi Indonesia ke Timor Leste
POS-KUPANG.COM -- Operasi Seroja atau Invasi Indonesia terhadap wilayah Timor Timur pada 7 Desember 1975 hingga kini masih menyimpan tanya. Upaya In
POS-KUPANG.COM -- Operasi Seroja atau invasi Indonesia terhadap wilayah Timor Timur pada 7 Desember 1975 hingga kini masih menyimpan tanya.
Upaya Indonesia untuk menggunlingkan pemerintahan Fretilin dan selama kurang lebih seperempat abad pendudukan bernuansa kekerasan, menyebabkan sekitar 100-180,000 tentara dan warga sipil diperkirakan tewas atau menderita kelaparan.
Ternyata dibalik masuknya militer Indonesia ke Timor Timur dengan alasan alasan anti-kolonialisme kala itu, ternyata ada skenario dari Bank Dunia dan IMF untuk menciptakan kebangkrutan Indoensia.
Pada Juli 2015, sebuah artikel ditulis oleh Eric Toussaint & Damient Millet, menyoroti Bank Dunia dan IMF dalam skenario menciptakan kebangkrutan di Indonesia.
Artikel tersebut berjudul, "Indonesia: History of a bankruptcy orchestrated by IMF and The World Bank." atau "Indonesia: Sejarah kebangkrutan yang diatur oleh IMF dan Bank Dunia."
Teks yang ditulis dari bagian buku yang diterbitkan VAK Mumbai, ditulis dalam bahasa Prancis, CADTM-Syllepse, Liege-Paris.
Dalam tulisan itu ada beberapa campur tangan Barat, termasuk Bank Dunia dan IMF dalam memberikan pengaruh keuangan ke Indonesia.
• Terowongan Venilale Timor Leste, Warisan Berdarah Jepang Digunakan Fretilin saat Hadapi Pasukan RI

Semua tak lepas dari kekayaan tanah air yang begitu ketara, membuat banyak negara Barat begitu kaya akan sumber daya alam.
Indonesia memiliki hutan tropis kedua terbesar di dunia setelah Amazon, juga memiliki hasil pertanian seperti beras, karet, kopi, kakao, kedelai, minyat sawit, teh, dll.
Ada pula simpanan minyak bumi, gas alam, batu bara, hingga emas.
Hal itu tampaknya menjadi awal mula negara-negara barat mengincar Indonesia sebagai lumbung uang yang harus ditekan.
• Ternyata Australia Mendukung Timor Leste Diinvasi Indonesia, Rakyat Timor Leste Banyak Menderita
Dalam tulisan di CADTM, banyak faktor yang berkaitan dengan pinjaman luar negeri, yang diberikan oleh Bank Dunia dan IMF.
Termasuk yang disinggung adalah invasi ke Timor Timur yang dikatakan menjadi salah satu skenario Bank Dunia dan IMF.
Tahun 1975, setelah runtuhnya rezim Salazar, pemerintah dan tentara kolonial Portugis, yang masih menduduki Pulau Timor memutuskan untuk menarik diri dari koloni mereka.
Front Revolusioner Timor Timur Merdeka, yang melancarkan perjuangan bersenjata melawan pendudukan Portugis, mendeklarasikan wilayah itu merdeka.