Kuasa Hukum Surati Kapolres Lembata Tersangka Kasus Watodiri Tak Kunjung Disidangkan

Tim Kuasa hukum tersangka dugaan kasus pembunuhan mendiang Kanisius Tupen di Desa Watodiri, Kecamatan Ile Ape menyurati Kapolres Lembata

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RICKO WAWO
Tim Kuasa Hukum para tersangka dugaan kasus pembunuhan Almarhum Kanisius Tupen dari LBH SIKAP yakni Gaspar Sio Apelaby (kiri) dan Juprians Lamabelawa. 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA- Tim Kuasa hukum tersangka dugaan kasus pembunuhan mendiang Kanisius Tupen di Desa Watodiri, Kecamatan Ile Ape menyurati Kapolres Lembata, Rabu (10/2/2021) karena klien mereka tak kunjung disidangkan.

Tim kuasa hukum dari LBH SIKAP Lembata itu menanyakan sejauh mana tahapan proses perkara yang sedang dihadapi para tersangka.

Salah satu kuasa hukum, Gaspar Sio Apelaby, menilai tahapan perkara kasus ini berlangsung cukup lama dan sampai saat ini masih di tangan penyidik Polres Lembata.

DPRD Sumba Timur Dukung Penegak Hukum Telusuri Informasi Jual Pulau

Namun menurutnya jika merujuk pada Pasal 50 KUHAP, para tersangka berhak segera mendapat pemeriksaan oleh penyidik dan selanjutnya dapat diajukan kepada penuntut umum.

Tersangka berhak perkaranya segera dilimpahkan ke pengadilan oleh penuntut umum dan seterusnya.

"Ketentuan yang diatur dalam Pasal 50 KUHAP itu dimaksudkan agar tersangka dan/atau terdakwa segera mendapatkan kepastian hukum terkait dengan kasus yang tengah dihadapinya dan agar nasibnya tidak terus digantung oleh aparat penegak hukum," papar Apelaby, Rabu (10/2/2021).

Ini Arti Tahun Baru Cina 2021 Bagi Etnis Tionghoa di Kupang

Lebih jauh, Ketua Tim Kuasa Hukum, Juprians Lamabelawa berujar pihaknya memang bersurat ke Kapolres Lembata.

Selain menanyakan kapan klien mereka disidang agar memperoleh kepastian hukum, dalam surat itu, mereka juga menyampaikan kepada Kapolres Lembata bahwa saat ini keluarga juga sudah tidak bisa bertemu lagi dengan tersangka yang ditahan di rutan Polres Lembata.

"Mengapa kita minta melalui surat resmi, karena berdasarkan pengakuan keluarga klien kami, saat ini pihak keluarga tidak diizinkan lagi untuk bertemu para tersangka, sementara dikunjungi keluarga untuk kepentingan pembelaan dan lainnya diatur pula dalam KUHAP," kata Lamabelawa.

Dikunjungi keluarga, kata dia, adalah bagian dari hak-hak tersangka, semuanya telah diatur dengan jelas dalam KUHAP mengenai hak-hak tersangka itu, antara lain; hak diberitahukan, menghubungi atau menerima kunjungan keluarga.

Ditemui terpisah, Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen menjelaskan berkas-berkas perkara kasus pembunuhan di Desa Watodiri sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Lembata sejak pekan lalu.

Saat ini sedang menunggu balasan dari pihak kejaksaan apakah berkas sudah lengkap atau belum. Jika sudah lengkap akan dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Sedangkan, kalau belum, penyidik akan melengkapi berkas yang ada lagi. Menurutnya, proses perkara masih berjalan lancar.

"Hasil koordinasi dengan jaksa ya (berkas perkara) masih diteliti oleh kejaksaan," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved