Breaking News:

Ini Arti Tahun Baru Cina 2021 Bagi Etnis Tionghoa di Kupang

Warga Tionghoa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT) tidak merayakan Tahun Imlek 2021 secara besar-besaran

POS-KUPANG.COM/AMAR OLA KEDA
Kelenteng Siang Lay, tempat pemujaan leluhur etnis Tionghoa di Kupang 

POS-KUPANG.COM |KUPANG- Warga Tionghoa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT) tidak merayakan Tahun Imlek 2021 secara besar-besaran seperti yang biasa digelar tahun sebelumnya. Tahun ini, perayaan imlek digelar di rumah.

"Perayaan imlek tahun ini berbeda, kita tidak bisa berkumpul bersama keluarga karena pandemi covid-19," ujar warga Tionghoa Kupang, Bobby Pitoby kepada wartawan, Kamis (11/2/2021).

Bobby mengatakan kebiasaan berkumpul bersama orangtua dan anggota keluarga lainnya saat Imlek, juga ditiadakan.

Bertambah Jadi 1.310 Warga Manggarai Positif Covid-19

"Kita tidak berkumpul karena khawatir menularkan covid-19," katanya.

Menurutnya, momen imlek sangat berkesan saat pemberian angpao kepada anak-anak sebagai tanda peruntungan, juga ditiadakan.

Susi Pudjiastuti Jadi Buah Bibir, Diisukan Duet Sama Anies Baswedan di Pilpres 2024, Tapi Dibantah

Meskipun tidak ada kegiatan untuk memeriahkan imlek seperti barongsai, menurut Bobby, di tahun baru Cina (Kerbau Logam) tahun ini perekonomian akan bangkit dan membaik.

"Kerbau adalah lambang perekonomian yang sangat kuat (bull market), karena itu, kita akan keluar dari tahun tikus yang penuh tantangan karena pendemi covid-19," katanya.

Dia menyebutkan, kerbau merupakan makluk yang sangat kokoh dan determinasi dalam melakukan segala hal, berbeda dengan tikus yang pada 2020, bersembunyi di rumah dan tidak bisa ke mana-mana. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM- Amar Ola Keda)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved