Breaking News:

Berita Sumba Barat Terkini

PPK Jalan Nasional Weekeloh-Langgaliru, Siap Perbaiki Dinding Penahan Jalan di Km 6 Sumba Barat

PPK jalan nasional Weekeloh sampai Langgaliru perbatasan dengan Kabupaten Sumba Timur Propinsi NTT,  Diana Takaeb, S.ST menyatakan siap memperbaiki d

istimewa
Foto kondisi dinding penahan jalan nasional  runtuh sepanjang 20 meter  di km 6 ke arah barat Kota Waikabubak, Sumba Barat.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM/WAIKABUBAK-- PPK jalan nasional Weekeloh sampai Langgaliru perbatasan dengan Kabupaten Sumba Timur Propinsi NTT,  Diana Takaeb, S.ST menyatakan siap memperbaiki dinding penahan jalan nasional yang runtuh, tepatnya di km 6 ke arah barat Kota Waikabubak akibat bencana alam  yang terjadi belum lama ini.

Hujan deras yang melanda Sumba Barat secara terus menerus selama sepekan menyebabkan dinding penahan jalan nasional  di km 6 ke arah barat kota Waikabubak, Sumba Barat sepanjang 20 meter runtuh dari total panjang dinding penahan jalan 105 meter.

Demi kelancaran lalu lintas pada ruas jalan tersebut, pihaknya telah memasang tanda dan menurunkan tanah menutup runtuhan itu. Namun, karena suasana alam belum bersahabat dan kondisi tanah rawan longsor bila menambah timbunan tanah maka pihaknya memutuskan berhenti sementara sambil menunggu cuaca cerah, baru dilanjutkan kembali pekerjaan perbaikannya.

Secara teknis kejadian itu telah dilaporkan ke balai pelaksanaan jalan nasional dan berharap mendapatkan alokasi anggaran pembangunan kembali dinding penahan jalan itu pada tahun anggaran mendatang.

PPK Jalan Nasional Weekeloh-Langgaliru perbatasan dengan Kabupaten Sumba Timur  (PPK 1.3 Propinisi NTT), Diana Takaeb, S.ST menyampaikan hal itu kepada POS-KUPANG.COM di kantornya, Selasa (9/2/2021).

Menurutnya, titik jalan tersebut menjadi langganan runtuh setiap tahun bila memasuki musim hujan. Karena dibawah tanah itu terdapat mata air. Karena itu pada tahun 2018, pemerintah mengalokasikan anggaran membangun dinding penahan  jalan tersebut yakni  sistem dinding penahan beton dengan pondasi borefile. Disini ada dua segmen pekerjaan yakni pekerjaan borofile dan sistem penahan beton bertulang. Sebab sesuai hasil uji laboratorium, tanah keras berada dikedalaman 12 meter. Kini kondisi bangunan dinding penahan itu kokoh berdiri alias tidak rusak.

Sedangkan dinding penahan yang runtuh adalah dibagian ujung barat (dari arah Waikabubak) karena pasangannya hanya batu saja. Menjawab pertanyaan mengapa tidak menggunakan sistem borefile dan beton bertulang hingga ujung, ia nengatakan, pembangunan itu telah berjalan sesuai desainnya. Dan kejadian itu murni karena bencana alam akibat hujan deras berlangsung nonstop selama seminggu lamanya. Bukan hanya di km 6 ke arah Sumba Barat tetapi juga longsor di Tanah Daru, Kabupaten Sumba Tengah, banjir melanda jalan nasional di km 12 Sumba Barat Daya dan beberapa titik kerusakan lainnya.

Karena itu, ia berharap hujan segera redah dan cuaca kembali cerah sehingga pihanya kembali melanjudkan pekerjaan perbaikan kerusakan dinding penahan jalan raya itu.

Seperti disaksikan POS-KUPANG.COM, Selasa (9/2/2021) siang, di lokasi kejadian telah dipasang tanda demi menjaga kelancaran arus lalu lintas kendaraan.    Nampak juga ada timbunan tanah yang menutup longsor itu. Namum belum rata. Terlihat kostur tanah gelembung pada beberapa titik sehingga dikuatirkan menambah tanah dapat menyebabkan terjadi longsor lagi.

Pemkab Sumba Timur Belum Dapat Informasi Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati

Sambangi Pedang Pasar Oeba, Kapolda NTT & Danrem 161/WS Beri Imbauan Prokes Covid dan Bagi Masker 

Foto kondisi dinding penahan jalan nasional  runtuh sepanjang 20 meter  di km 6 ke arah barat Kota Waikabubak, Sumba Barat. 
Foto kondisi dinding penahan jalan nasional  runtuh sepanjang 20 meter  di km 6 ke arah barat Kota Waikabubak, Sumba Barat.  (istimewa)

 
Area lampiran

 
 

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved