Breaking News:

Kadis PUPR Belu Minta Pemerintah Desa Bantu Penghijauan di Daerah Rawan Longsor

Gerakan penghijauan lebih difokuskan pada daerah sekitar permukiman penduduk dan sepanjang lintasan jalan raya. 

POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Salah satu titik longsor di ruas jalan kabupaten Weluli-Fulur, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu. Gambar diambil, Sabtu (6/2/2021). 

Kadis PUPR Belu Minta Pemerintah Desa Bantu Penghijauan di Daerah Rawan Longsor

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA----Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu, Vincent K. Laka meminta pemerintah desa agar membantu mengatasi bencana longsor dengan gerakan penghijauan di daerah rawan longsor

Gerakan penghijauan lebih difokuskan pada daerah sekitar permukiman penduduk dan sepanjang lintasan jalan raya. 

Pasalnya, dari pengamatan Dinas PUPR dan berkaca dari pengalaman setiap tahun, saat curah hujan tinggi selalu ada pergerakan tanah, baik pergerakan cepat yang disebut longsor maupun pergerakannya lambat atau rayapan. Kondisi ini hampir terjadi di banyak titik terutama di lintasan jalan. 

Vincent mengatakan hal itu kepada wartawan, Senin (8/2/2021) ketika dikonfirmasi terkait longsor yang terjadi di beberapa ruas jalan di Kabupaten Belu.

Menurut Vincent, selama musim hujan tahun ini, Dinas PUPR mendapat laporan dari pemerintah desa dan camat tentang bencana longsor, terutama longsor di lintasan jalan raya. 

"Memang ada laporan dari kepala desa dan camat setempat tentang bencana yang terjadi beberapa lokasi seperti di Kecamatan Lamaknen sampai Raimamuk. Memang ada pergerakan tanah akibat curah hujan tinggi", kata Vincen.

Kata Vincent, petugas dari Dinas PUPR telah memantau ke lokasi-lokasi yang terjadi longsor dan dinas sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti dengan balai jalan nasional untuk penanganan ruas jalan nasional dan dengan pemerintah provinsi untuk mengurus jalan provinsi. Sedangkan jalan kabupaten langsung ditangani Pemkab. 

Penanganan yang dilakukan bersifat darurat sedangkan penanganan jangka panjang harus melalui kajian. Untuk kajian ini, Dinas sudah berkoordinasikan dengan Politeknik Kupang supaya melakukan kajian struktur tanah dan metode pananganan. Rekomendasi dari Politeknik yang akan dipakai Dinas untuk menangani jalan-jalan yang longsor. 

Menurut Vincent, pemerintah sudah merencanakan penanganan jalan-jalan longsor di tahun 2020 namun karena Covid-19, anggaran direalokasi dan refocusing sehingga program kegiatannya ditunda. 

Vincen mengungkapkan, setiap curah hujan tinggi selalu ada pergerakan tanah di sejumlah titik sepanjang jalan. Kondisi ini tidak bisa berharap pada penanganan pasca bencana tetapi dibutuhkan upaya antisipasi sejak awal. Langkah kongkret yang bisa dilakukan adalah penghijauan dan hal ini bisa dilakukan pemerintah desa. 

"Kita berharap pemerintah desa bisa lakukan penghijauan di lereng bukit yang rawan longsor", pinta Vincent.

Sejahtera Land Berikan Promo Menarik Menyambut Imlek

Orient Berstatus Warga Negara Amerika, Pakar Hukum  : Melanggar UU Pilkada

Orang Bayaran Elsa Gagal Curi Berkas Boroknya Diketahui! Cerita Ikatan CInta Selasa 9 Februari 2021 

Menurut Vincent, selama kejadian longsor tahun ini, belum ada korban jiwa hanya saja kerusakan fasilitas jalan, tembok penahan jalan dan drainase. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved