Breaking News:

Atasi Persoalan Limbah Medis, Pemprov NTT Bangun 3 Pusat  Pengolahan Limbah Medis B3

untuk pusat pengolahan sampah medis B3 di Waibakul Sumba Tengah baru akan dimulai pembangunannya. 

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Komisi II DPRD NTT foto bersama saat kunjungan ke pusat pengolahan limbah medis B3 di Manulai, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Kamis (4/2). 

Atasi Persoalan Limbah Medis, Pemprov NTT Bangun 3 Pusat  Pengolahan Limbah Medis B3

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Persoalan limbah medis menjadi persoalan pelik yang harus mendapat penanganan. Sebagai contoh, berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (DLHK NTT), limbah medis di Kota Kupang yang belum dibakar hingga Sabtu (6/2) berkisar 40 ton. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT, Ondy Ch Siagian mengatakan, selain di Kota Kupang, persoalan limbah medis di daerah juga harus mendapat penanganan yang sama. 

Karena itu, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah membangun satu unit pusat pengolahan sampah medis B3 (bahan berbahaya dan beracun) di Kelurahan Manulai, Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, NTT. Unit insenerator ini dijadwalkan akan mulai beroperasi pada Senin, 8 Januari 2021 besok. 

Ondy mengatakan pembangunan unit insenerator tersebut bertujuan untuk mengurai persoalan sampah medis yang selama ini dialami baik di Kota Kupang maupun Pulau Timor secara keseluruhan.

Unit Insenerator yang berada di bawah UPTD Pengelolaan Sampah & Limbah B3, DLHK NTT, kata Ondy, dibangun menggunakan anggaran daerah (APBD Provinsi NTT) dengan total Rp 5,9 miliar. Anggaran tersebut termasuk pengadaan alat insenerator senilai Rp 3,5 miliar. 

Ondy menjelaskan, insenerator tersebut dibangun untuk melayani pengolahan limbah medis dari berbagai rumah sakit yang belum memiliki insenerator sendiri. Pasalnya, hampir sebagian rumah sakit tidak memiliki insenerator meski secara aturan, tiap rumah sakit wajib memiliki insenerator untuk mengolah limbah medsnya sendiri. 

Selain pusat pengolahan sampah medis B3 (bahan berbahaya dan beracun) di Kupang, pemerintah provinsi juga sedang membangun  pusat pengolahan sampah medis B3 di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat dan Waibakul Kabupaten Sumba Tengah. 

Untuk pusat pengolahan sampah medis B3 di Labuan Bajo akan melayani pengolahan limbah medis untuk seluruh wilayah Pulau Flores dan Lembata. Sementara itu, untuk pusat pengolahan sampah medis B3 di Waibakul akan melayani pengolahan limbah medis di seluruh Pulau Sumba. 

Ondy menjelaskan, jika pusat pengolahan sampah medis B3 dibangun dengan menggunakan APBD Provinsi NTT senilai Rp 5,9 miliar, maka berbeda dengan pusat pengolahan sampah medis B3 di Labuan Bajo dan Waibakul. Dua unit tersebut menggunakan dukungan dari Kementerian LHK RI. 

Untuk pengolahan sampah medis B3 di Labuan Bajo, jelas Ondy, akan beroperasi pada Maret 2021 dengan didahului serangkaian uji coba. Sementara itu, untuk pusat pengolahan sampah medis B3 di Waibakul Sumba Tengah baru akan dimulai pembangunannya. 

Dengan adanya 3 insenerator yang dikelola DLHK, Ondy meyakini pengelolaan dan penguraian limbah ini jadi lebih baik dan lebih cepat pada masa mendatang. 

Pembangunan tiga pusat pengolahan sampah medis B3 di NTT mendapat apresiasi dari Ketua Komisi II DPRD NTT, Kasimirus Kolo.

Menurutnya, dengan kehadiran unit insenerator di tiga pusat pengolahan limbah medis B3, maka masalah limbah medis B3 dapat diselesaikan dengan baik.

Kunjungi Pusat Pengolahan Sampah Medis B3 di Kabupaten Kupang, Ini Rekomendasi Komisi II DPRD NTT

Update Covid-19 NTT : Kasus Positif Covid-19 di Ende Melonjak, NTT Kini 6.282 Kasus 

Selain itu, pusat pengolahan limbah medis B3 juga diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap PAD Provinsi NTT. Pasalnya, selama ini limbah B3 terutama dari Flores diangkut ke Surabaya sehingga berimplikasi pada pembayaran biasa Pengolahan Limbah tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved