Ketua MUI NTT, H Abdul Kadir Makarim : Masyarakat Harus Sadar Terapkan Protokol Kesehatan

memerhatikan imbauan dari Pemerintah Daerah, baik Gubernur, Bupati dan Wali Kota daerah masing-masing.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/THOMMY MBENU
Ketua MUI Provinsi NTT Abdul Makarim. 

Ketua MUI NTT, H Abdul Kadir Makarim : Masyarakat Harus Sadar Terapkan Protokol Kesehatan

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kondisi kota Kupang dengan kasus covid-19 yang terus meningkat perlu diwaspadai. Oleh karena itu sebagau tokoh agama, dirinya mengimbau kepada umat Islam, juga masyarakat di provinsi ini agar benar-benar memerhatikan imbauan dari Pemerintah Daerah, baik Gubernur, Bupati dan Wali Kota daerah masing-masing.

Ketua MUI NTT, H Abdul Kadir Makarim, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (4/3), menyampaikan masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan, baik dalam memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak san menjauhi kerumunan. 

"Semua imbauan ini perlu diperhatikan agar diharapkan pandemi ini cepat berlalu dari NTT," tuturnya.
Makarim mengatakan harus adanya kesadaran masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan aktifitas setiap harinya. Karena yang membawa virus ini manusia. 

"Jadi kita harus sadar, tanpa kita disiplin, sulit virus ini bisa cepat berlalu. Paling penting kita harus berdoa kepada Tuhan agar pandemi ini segera berlalu sehingga kita dalam keadaaan sehat wal afiat untuk melaksanakan pembangunan di daerah masing-masing," tuturnya.

Ia mengatakan meskipun di tengah pandemi bukan berarti harus bermalas-malasan di rumah, tapi terus bergerak melaksanakan pembangunan denga  tetap menerapkan protokol kesehatan.

Saat ini, kata Makarim, pelaksanaan shalat jumat berjemaah belum bisa dilaksanakan di masjid tapi dilakukan di rumah masing-masing.

Selama Januari 2021, Ada 14 Kasus DBD di Sumba Timur 

143 Orang Divaksin di Hari Pertama Vaksin Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat

Begini Tanggapan Pakar Hukum Tata Negara Terkait Status Kewarganegaraan Bupati Sabu Raijua Terpilih

"Karena shalat berjamaah termaksud berkerumun. Walaupun ada jaga jaraknya tapi bagaimanapun harus disiplin. Kalau tidak penyakit ini tidak akan hilang," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved